Tampilkan postingan dengan label sekolahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolahku. Tampilkan semua postingan

28 Des 2010

TAK LEBIH BAIK ATAUPUN BURUK DARI SEKOLAH LASKAR PELANGI

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk bisa mengeksplor sekolah-sekolah yang ada di kecamatan kami. Bersama seorang guru dan dan salah seorang tetangga dari Ibu Guru Asti, kami berenam akhirnya memulai perjalanan. Bu Guru nila dibonceng oleh Bapak guru yang mengajar di sekolahnya, Pa Paino namanya. Bu guru Asti dengan tetangganya, sedangkan saya membonceng Pa Guru Riza.

Perjalanan dimulai, jalanan agak licin dan becek, hujan baru saja turun semalam. Jalanan seputaran kecamatan tak ada yang bisa dikatakan baik, semuanya akan sulit dilewati ketika sehabis hujan turun. Bbahkan untuk melewati jalan poros saja kami harus pelan mengendarai motor kami. Beberapa jalan poros ada yang sudah tidak bisa kami lewati, dan melewati ladang-ladang karet ataupun sawit adalah satu-satunya alternatif yang harus kami tempuh.

SD pertama yang kami datangi adalah SD Sumber Jaya 1. Tidak terlalu bagus kondisi bangunan sekolahnya. Tidak terlalu buruk juga memang. Hanya 3 ruangan yang sudah ter-renovasi dan sisanya masih bangunan lama, temboknya sudah usang, kayu-kayu pada pintu terlihat sudah bolong dimakan rayap. Saya melihat ada sembilan pintu ruangan, saya pikir tidak semuanya ruangan kelas, karena ukurannya ada hyang berbeda. Ruangan-ruangan terbagi menjadi tiga deret membentuk huruf U dan terdapat lapangan ditengahnya. Sayang ini liburan jadi kami tidak melihat bagaimana kondisi dan proses belajar mengajar dilakukan di sekolah ini.

Kami berkesempatan mengunjungi rumah bapak kepala sekolah yang bertugas untuk SD sumber Jaya 1 di rumahnya. Dari informasi yang didapat bahwa ada sembilan orag guru yang mengajar di sekolah tersebut. Sepertinya sudah sangat ngepas untuk bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Enam untuk guru kelas dan sisnya Guru Agama dan Guru Olahraga.

Sekolah kedua yang kami datangi adalah SD Sumber Jaya 2. Sekolah yang kami datangi ini agak spesial nampaknya. Ini ditandai dengan perjalanan menuju sekolah ini, medan jalannnya lumayan sulit, melewati kebun karet seperti biasanya memang namun tidak jarang kami harus berhenti dan memastikan jalan yang kami akan lewati cukup layak untuk digilas oleh ban motor. Di tengah perjalanan kami menemukan pula jembatan dari kayu yang kecil, untuk melewati ini, lebih aman kalo Bapak guru Riza harus turun terlebih dahulu.

Selang beberapa puluh menit kemudian kami sampai di perkampungan, beberapa ibu-ibu mulai terlihat dipingggir jalan sedang mengasuh anaknya. Tepat diujung jalan pertama kami menemukan sekolah yang kami tuju. SD Sumber Jaya 2, papan nama yang tertera di depan bangunan itu. Sebelah kiri lapangan nampak ada dua bapak sedang menyelesaikan pekerjaannya sebagai buruh bangunan. Sekolah ini sepertinya seang mendapatkan bantuan untuk membangun dua ruang kelas baru, mungkin pekerjaannya baru 80 % terselesaikan. Di sebelah tengah sudah berdiri 2 ruangan kelas beserta ruang guru. Sisanya sebelah kiri yang saya lihat adlah bangunan semi pemananen menggunakan kayu, agak kurang layak jika saya sebut ini kelas, hampir mau roboh sepertinya.

Ketika kami masuk menuju ruangan itu, saya langsung berfikir. Apa ada yang mau sekolah di tempat seperti ini? Apakah mereka masih mengunakan ruangan ini untuk belajar? Sepertinya iya karena baru dua kelas yang kami lihat dan sisa empat kelas lain, harus menggunakan ruang ini.

Bangunannya tidak lebih baik ataupun lebih buruk dari SD Muhammadiyah Gantong yang digambarkan Andrea Hirata di laskar Pelangi, karena sekolah yang kami lihat (belum) menggunakan penyangga kayu di sebelah sisinya untuk menahan agar tidak roboh. Namun beberapa kayu sudah lepas dari tempatnya sehingga nampak beberapa bolongan diantara penyekat antar ruangan.

Papan tulis hitam nampak menggantung di setip ruangan, saya tidak melihat ada kapur di sekitar papan tulis ini. Beberapa kursi berjejer kurang rapi ke arah belakang. Sudah agak berdebu, penyebabnya mungkin karena sedang liburan dan tidak digunakan. Tak ada jendela yang saya lihat, namun pencahayaan tetap masuk, dari celah-celah diantara kayu-kayu yang disusun horizontal memanjang dari kiri ke kanan.

Entah kenapa beberapa diantara kami malah senang menemukan sekolah ini. Agak sedikit miris terdengar, saya pikir ini hanya ada dalam reka-rekaan kami saja. Malah seharusnya kami merasa terenyuh, karena masih ada sekolah yang seperti ini. Memang bangunan fisik tidak selalu menentukan kualitas siswa yang bersekolah di SD ini. Tapi setidaknya itu akan menjadi faktor pendukung, jika lingkungan dan kondisinya nyaman untuk belajar maka semangat dan motivasinya pun akan bertambah saya pikir.

Dari informasi yang saya dapat, hanya ada 7 guru yang mengajar di tempat ini, sudah dengan Kepala sekolah. Dan anehnya rumah guru yang mengajar di sekolah ini bukan penduduk desa ini, bahkan kepala sekolahnya saja berasala dari kampung SP 3, harus melewati kampung saya tinggal ditambah jalan setapak di kebun karet yang saya lewati tadi untuk sampai di sekolah ini. Pasti akan lebih sulit dilewati lagi jika ada hujan.

Saya jadi berfikir untuk bisa mengajar di sekolah ini. Semoga satu sampai dua hari dari seminggu saya bisa mengajar di sini.

Tunggu cerita berikutnya tentang saya yang mengajar di sekolah ini.

Baca Terus Gan >>

11 Des 2010

ULANGAN SEMESTER

 

satu minggu ini adalah hari yang spesial buat anak-anak murid saya. Waktunya ulangan semester, 12 mata pelajaran yang sudah mereka pelajari akan dievaluasi selama satu munggu kemaren.

banyak fenomena-fenomena aneh yang saya temukan disekolah. entah itu namanya penyakit gila nomor berapa versi Andrea Hirata, namun kadang setelah dipikir-pikir bener-bener bisa bikin gila.

untung saya tidak pikir-pikir, jadi tidak ikutan gila.

1. Banyak sekali keluar jawaban-jawaban aneh yang ditulis oleh anak-anak muridku. for example, anak-anak kelas 3. pada pertanyaan “Apakah makanana pokok orang Indonesia?” ada jawaban menggelitik yang secara tidak sengaka saya baca, jawabannya adalah “Pengalaman”.

lalu apakah mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh soal tersebut, atau memang mungkin mereka tidak memakan nasi setiap harinya. mereka memakan pengalaman?

Ah benar-benar hal yang membuat saya gila.

lalu apa yang salah dari jawaban anak yang seperti ini? apakah anak ini salah menjawab seperti itu, saya pikir tidak. mungkin anak ini kurang menangkap apa yang dimaksudkan oleh pertanyaan tadi. berarti guru yang mengajar  yang salah. Ah saya tidak tahu, bukan saat nya mencari siapa yang salah, sekarang adalah saatnya memperbaiki semua yang terjadi, terus merangsang mereka untuk mau belajar, mengkondisikan mereka untuk tetap semangat mempelajari hal yang baru, membaca buku dan menginspirasi anak-anak muridku kapanpun dan dimanapun.

2. fenomena aneh kedua.. sebagian partner saya, para guru, yang saya hormati sangat senang sekali berada di ruang guru, ketika ulangan berlangsung, sehingga ulangan semester seperti belajar mengajar biasa saja. padahal bayangan saya adalah ulangan semestrer ini adalah saatnya mengevaluasi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. saat nya kita bisa menilai kelebihan dan kekurangan materi yang selama ini diberikan kepada muridnya. jadi seharusnya, kita sebagai guru bisa mengawasi setiap muris yang sedang ulangan agar tetap terkendali dan nilai yang mereka dapatkan memang hasil murni pemikiran para anak didik saya.

kadang saya jengkel ketika harus mengawas dua kelas dalam waktui yang bersamaan karena guru yang seharusnya mengawas sering meninggalkan ruangan. suasana menjadi gaduh ketika saya meninggalkan ruangan itu, sangat tidak kondusif untuk ulangan semester.

tapi tidak apa-apa. mungkin ini adalah sebuah hal yang biasa bagi mereka yang seharusnya bisa saya perbaiki untuk kedepannya.

3. HASIL UJIAN.  hasil ujiannya sangat tidak memuaskan, untuk pelajaran IPS kelas 6, sebagian besar nilai mereka dibawah nilai 4. pelajaran ini notabene adalah pelajaran yang sifatnya hafalan. tidak berbeda jauh dengan matematika yang pada umumnya lebih banyak menggunakan akal pikiran nilainya pun hampir sama parahnya, jadi kecerdasan mereka yang sebelah mana yah?

entah lah, saya tidak ingin mencari kesalahan dan terlalu lama melihat masa lalu, saya hanya ingin memperbaiki di hari-hari berikutnya. saya ingin mulai mendekat kepada mereka lebih dekat, sangat dekat. setelah saya berhasiol mencuri hati mereka. beberapa proggram sudah saya siapkan untuk meningkatkan kecerdasan mereka yang belum banyak tergunakan secara baiik. Ingat tidak ada anak yang bodoh, semua anak adalah cerdas, permasalahannya kecerdasan manusia itu ada banyak, tidak hanya satu. dan kita setidaknya memiliki gambaran umum kecerdasan yang dimiliki oleh murid kita.

berharap saya bisa menginspirasi ,mereka untuik menanamkan mimpi besar mereka di pikiran mereka dan tetap membuat mereka tersenyum, setidaknya hal itu bisa membuat sedikit melupakan kesedihan yang mungkin mereka rasakan akan hausnya pendidikan yang sama dengan anak-anak yang tinggal diperkotaan.

 

SD Bangun Jaya Untuk Indonesia Mengajar.

Rusdi Saleh

11 Desember 2010

Baca Terus Gan >>

3 Des 2010

JENGAH (HARI#1)

 

pagi ini hujan. jam 07.30 aku masih berada dirumah. cukup deras hujannya. Sedikit ku tengok bangunan putih diujung lapangan dari balik jendela rumahku. sedikit terhalang pepohonan sehingga aku tidak bisa memandang sepenuhnya keadaan sekolah. Tapi beberapa sisi sekolah berhasil aku intip. Ah anak-anak sudah datang ternyata.

 

Hari ini aku jengah, kenapa aku kalah rajin dengan mereka, seharusnya akulah yang menunggu mereka datang di depan kelas mereka, bukan  mereka yang menunggu aku datang selepas hujan. Seharusnya aku sudah hadir diantara mereka dan memukulkan sebuah palu kepada besi yang biasa kami sebut sebagai bel tanda masuk di jam 07.30. Seharusnya pula aku bisa menyapa anak-anak yang sudah datang lebih dulu untuk membersihkan ke;asnya, sekedar untuk memnerikan semangat ketika mereka menyapu ruangan yang berdebu. dan seharusnya-seharusnya yang bisa aku lakukan dipagi hari,sebelum kelas dimulai. hari ini aku jengah.

hari ini anak-anak mengajarkanku mengenai arti sebuah semangat. semangat yang mereka berikan untuk tetap belajar.

Baca Terus Gan >>

23 Nov 2010

Tamu Tak Diundang ke Sekolah

 

beberapa hari ini sekkolah kami, SDN 01 Bangun Jaya, jadi sering kedatangan “tamu tak diundang”.  Mereka datang benar-benar tak diharapkan untuk ada di sekolah kami. Siapakah mereka? mari kita lihat..

saya akan menceritakan tamu yang tak diundang yang datang hari selasa tertanggal 23 November 2010, ada 2 pihak yang datang ke sekolah kami,

1. adalah Tukang Panci “multitalent”. ah nama itu hanya saya saja yang memberikannya, karena memang panci ini sangat bisa digunakan untuk apa saja dan praktis. seperti Agnes Monica mungkin jika di dunia hiburan. Dia Multilatent bukan?

kembali ke tukang panci, saat dia datang kebetulan saja saya sedang tidak ada jadwal mengulang (red:mengajar). Agak shock ketika dia berkata ingin mempraktekan panci multitalent nya di ruang guru itu. ternyata katanya sekolah merupakan saasaran empuk untuk menjajakan barang nya.

jam istirahat kedua, akhirnya kumpulah 3 ibu dan 4 bapak guru (including Me)yang sepertinya terpaksa menonton sales panci multitalent ini memasak menggunakan pancinya. lumayanlah meendapat masakan gratis dari panci yang masih langka dipasaran (menurutnya).

Ajaib betul ini panci, bisa memasak martabak telur tanpa minyak, membuat makanan urab hanya dalam waktu sekejap dan beberapa masakan lain dengan berbagai tehnik andalannya.

sepertinya apa yang dikatakan oleh sales tersebut sudah terinternalisasi dalam diri saya.. ah berlebihan sekali, padahal terinternalisasi atau mendarah daging adalah urutan tertinggi dalam penerimaan nilai-nilai di masyarakat.

akhir cerita, masakan si sales panci multitatent sudah sampai lah di saat yang berbahagia, dengan menghasilkan 4 masakan yang istimewa: martabak telor, martabak manis, dan urab serta jagung popcorn rasa asin. Exelent…..

IMG_0605untuk menjaga kerahasian sekolah kami, maka tidak akan saya ceritakan siapa saja yang akan membeli panci multitalent ala Agnes Monica ini.

2.  Tamu tak diundang kedua adalah WTS. sialnya WTS yang satu ini lebih parah dari WTS yang biasanya. WTS disini artinya Wartawan  Tanpa Surat Kabar. bukan mencari berita namun mencari uang. Konon katanya mereka datang ada hubungannya sama dana BOS. entahlah, saya belum berhasil tahu mengenai dana bOS ini, mereka hanya mencari kebobrokan sekolah-sekolah untuk bisa dijadikan proyek atau ada juga yang menawarkan “koran”. ah saya sebenernya tidak layak menyebut itu koran. Hampir tidak menyerupai koran lah pokoknya. tersering mereka membawa koran itu yang sudah kadaluarsa untuk sekolah kami. Ada saja lah pokoknya ide nya. ketika saya menuliskan tulisan ini, tamu tak diundang kedua datang kerumah kami, karena rumah yang saya tempai adalah rumah kepala sekolah, mereka datang untuk keempat kalinya. Ketiga kali kedatangannya belum berhasil menemui Bapak Kepala sekolah, sedari pagi samapi siang tadi Bapak pergi keluar untuk mengambil dana BOS yang baru Cair.

memang untuk minggu ini akan banyak sekali WTS yang akan berkeliaran disekolah-sekolah sekitar kami yang mencari mangsa karena minggu ini adalah masa-masa pencairan dana BOS.

Mohon maaf jika bahasan jurnal kali ini agak sedikit tidak berbobot karena membahas panci multitalent tadi, tapi Wartawan Tanpa Surat kabar menjadi fenomena tersendiri di sekolah-sekolah di daerah seperti ini. Terlepas dari ada hubungannya dengan dana BOS ataupun tidak namun berharap dunia pendidikan di daerah bisa bangkit dan bergerak tanpa tekanan dari pihak manapun.

Tuba Barat, 23 November 2010

Baca Terus Gan >>