Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

23 Jul 2011

Patah Hati

Rasanya patah hati itu aneh yah?

tak bisa dijelasakan dengan kata apapun yang ada dalma kamus besar bahasa Indonesia.

Galau segalau-galaunya. Resah, Gundah gulana, abstrak dan tak menentu.

pernah saya mencintai seorang wanita. Anggun, sederhana dan menarik (ketika itu)

semua yang saya pikirkan tentang masa depan saya, selalu saya kaitkan dengan kedekatan dengannya. tentang pernikahan, tentang keluarga, pekerjaan dan segalanya.

Komitmen namanya kala itu, janji akan bersama, berusaha saling mengasihi saling menyayangi. sampai nanti.

“Aku sayang kamu, kamu sayang aku. mari kita coba jalani sama-sama” bunyi smsnya kala itu.

 

semua hancur, sirna berantakan, tak bersisa. hanya kenangan manis yang terlalu sayang untuk dikubur bersama semua kata-kata putus yang tak sempat diucapkan.

aku bisa menebak dari semua yang kamu tampilkan dalam sikapmu.

aku bisa menerka apa yang akan kamu ucapkan melalui mulutmu.

manis berubah menjadi pahit, dan yang pahit terasa semakin pahit untuk dirasa.

aku pikir ini hanya dugaan awal saja bahwa kamu memang gadis simple yang sukar kutaklukan.

namun semua berubah ketika kuamati kau dari kejauhan, memandangmu dari sudut yang berbeda.

ya itulah dirimu, kamu bukan yang terbaik untukku.

Gudbye

 

#edisipatahhati.

Baca Terus Gan >>

12 Jul 2011

hanya Sebuah curhat

beberapa hari ini original soundtrack hidup gw melow-melow terus,, huhuhu… Mungkin karena emang kebawa suasana kali yah..

Beberapa waktu belakangan ini, emang sepertinya perasaan gw agak bercampur aduk, berputar-putar terus. kadang seneng, bingung, kecewa, sedih, seneng lagi, kecewa lagi dan diakhiri dengan sebuah kegalauan yang teramat dalam.

agak lebay sepertinya yah..

hehehe.. but alhamdulillah selalu ada setitik semangat yang terselip untuk bisa menjalani kehidupan gue, minimal untuk bisa bertahan disini, melanjutkan pekerjaan yang tinggal 4 bulan ini berakhir.

 

Tentang Kegalauan

Bicara tentang kata “Galau”, ternyata kata itu terdaftar juga di Kamus Besar bahasa Indonesia, (iseng banget pake ngecek kamus segala…) di dalam kamus kegalaun diartikan sebagai kacau (tidak karuan). just for your information ajah.

banyak hal yang membuat hidup hw galau, tentang cinta, masa depan hidup, ataupun kerjaan yang kadang-kadang harus banyak dipikirin dulu sebelum gw bertindak.

kalo masalah cinta c, emang pasti sebagian orang akan galau kalo dalam posisi gw. setelah berhubungan dengan seorang perempuan dalam kurun waktu yang lumayan lama, putus-nyambung terus, akhirnya beberapa bulanan yang lalu kita terpaksa ga bisa ngelanjutin. Entah apa yang ada dipikiran gw waktu itu, tapi sepertinya itu yang terbaik. walaupun pada akhirnya hubungannya jadi super gak enak, kita berteman, sahabatan dan menjalin hubungan yang lebih serius, tapi berakhir dengan diem2an. semoga bisa lebih baik nantinya.

sebenernya beberap minggu lalu kondisinya berubah drastis, ketika ada penggantinya. Namun sama saja, perempuan itu gak sesimpel yang kita bayangkan yah. kadang kalo dipikirin banyak banget pertimbangan yang harus diambil. semakin galau pasti. Entah apa yang terjadi, mimpi yang baru saja disusun berberapa hari harus luluh berantakan lagi. Inilah sebernernya yang bikin kondisi Super Galau, tak berbentuk, aneh.

Yasudahlah, ngomongin cinta mah ga akan ada habisnya.

kegalauan nomor dua, tentang masa depan. dulu ketika gw harus berhenti dari kerjaan gw sebelum ini, mikirnya itu adalah sebuah kerugian, tapi ternyata setelah sekarang bisa menjadi bagian dari tempat kerja yang sekarang, gw malah merasa bersyukur. dan setelah dipikir-pikir perjalanan hidup gw ini tanpa rencana, tanpa pernah ditargetkan terlebih dahulu. Abstrak memang. tapi sepertinya untuk saat ini lebih asyik seperti itu, let it flow ajah. Kita tinggal ngelakuin yang terbaik dalam setiap kerjaan kita. Biarkan kegalauan terus melanda.

Baca Terus Gan >>

25 Feb 2011

goBLOG lagi !!!

indexsudah lama rasanya blog ini tak pernah tersentuh oleh tulisan-tulisan sampah, keluh kesah atau cerita-cerita aneh tak sistematis dari bagian hidup saya. akhirnya pagi ini saya menemukan kembali semangat saya untuk menulis di blog ini. sebuah pagi memang istimewa bagi saya. selain waktu untuk memulai aktivitas di setiap pagi kadang tercipta berbagai inspirasi agar hidup saya lebih baik.

seperti kata sebuah pepatah, menulis memang bukan untuk dipahami, namun untuk memahami. sangat tidak puas bila banyak batasan dalam menulis, karena saya hanya ingin menulis. tidak terlalu penting orang harus membaca tulisan saya. tidak terlalu penting juga harus berbau inspiratif, inspiratif terlalu subjektif bukan?

beberapa minggu ini memang ada beberapa cerita yang belum saya tuliskan baik di blog nya Indonesia Mengajar, ataupun di blog ini. mulai dari beberapa kegiatan di sekolah yang menarik, olimpiade Sains Kuark, Pelatihan siswa SMA, Retraining Pengajar muda ataupun kegiatan-kegiatan lainnnya sebagai pengajar muda bersama 9 orang lainnya di tim kami.

semoga awalan tulisan ini bisa menyempurnakan cerita hidup saya dan mengabadikan setiap kepingan puzzle yang ada.

 

sebenernya selain karena kurangnya motivasi dalam menulis, jaringan internet yang susahnya setengah mati juga sedikit membuat saya malas untuk menulis dan menguploadnya.   hmmm…. tapi semoga hal itu tidak menjadi kendala lagi saat ini.

 

baiklah agar tidak terkesan ini adalah tulisan sampah yang gak penting, mari kita isi tulisan ini dengan review beberapa kegiatan yang terjadi satu minggu belakangan ini.

bisa dibilang minggu ini adalah minggu yang cukup padat bagi kami sebagai pengajar muda. olimpiade sains kuark dan persiapannya menyita banyak waktu kami. administrasi dan tetek bengek yang harus segera diselesaikan di antara jam mengajar atau hanya sekedar menyebar surat undangan ke sekolah-sekolah sebelum hari Sabtu tiba.

dan akhirnya hari sabtu tanggal 19 februari pun datang dengan persiapan seadanya. cukup berkesan sebagi event yang lumayan bagi besar di kecamatan kami. Olimpiade yang khusus bagi siswa SD ini mendapat hati bagi mereka yang mungkin jarang sekali mengikuti lomba-lomba semacam ini.

setelah hari sabtu terlewati maka giliran hari minggu yang datang menghampiri, minggu biasanya diisi dengan santai-santai di rumah dihiasi dengan jumlah jam tidur yang lebih banyak. Namun minggu ini tidak demikian, program pembelajaran masyarakat untuk siswa-siswi SMA menjadi agenda kami, bulan ini adalah outbond..

beberapa persiapan sudah dilakukan sebelumnya dan sisanya adalah kreativitas kami di lapangan.

hari senin sampai hari rabu, seharusnya menjadi hari-hari indah kami, karena kami akan ke Karang, Bandar Lampung untuk kegiatan re-training. namun apa daya kegiatannya sangat padat. waktu tersisa hanya bisa dihabiskan menikmati kamar hotel tanpa hotspot. hanya ditemani listrik yang bisa dinikmati 24 jam sehari, AC dan fasilitas kamar lainnya yang tidak pernah dirasakan di sini. cukup memberikan kesegaran baru..

ups, tapi akhirnya diujung waktu sebelum perjalanan pulang kami mendapatkan waktu untuk singgah sebentar di toko buku. membeli beberapa buku dan sekedar cuci mata akhirnya kami lakukan. setelah mendapatkan inspirasi untuk mendongeng dari ibu Wei Lin pada saat retraining, maka sasaran pertama kali di toko buku adalah buku-buku dengan gambar yang menarik untuk diceritakan.

sesampainya di rumah sepertinya energi saya sudah habis. butuh beberapa suplemen dan motivasi lebih untuk tetap melanjutkan hidup [lebaiii…], semoga hari-hari ke depan lebih berwarna dan saya pun tetap bersemangat untuk melewati setiap detiknya waktu yang berputar.

Baca Terus Gan >>

10 Jan 2011

TENTANG UPACARA

 

Hari senin, dan senin ini adalah pertama di semester genap sekaligus Minggu pertama di tahun yang baru. Semangat dan antusias terasa membuncah di dada ketika harus bertemu dengan muridku pagi ini. Tidak seperti biasanya, saya menjadi bangun dan mandi lebih pagi, mungkin karena semangat yang sudah menggebu. Berangkat lebih awal dengan harapan ingin menyapa mereka yang sudah datang, membunyikan bel dan menpersiapkan upacara kenaikan bendera.

Lain dari biasanya pula, malam tadi kampung kami diguyur hujan, setelah lebih dari satu Minggu ini tidak ada sebutir air pun yang turun dari langit membuat jalan tanah menjadi becek. Sepatu yang sengaja saya semir sadari tadi pagi menjadi sia-sia tertambah sedikit cipratan lumpur di bagian pinggir dan punggung sepatu. Tapi setidaknya hujan tadi malam membuat susana pagi ini manjadi lebih segar dan udara lebih sejuk.

Tepat pukul 07.30, lonceng saya pukul tiga kali tanda aktivitas pagi di hari senin akan dimulai, Upacara kenaikan bendera. Walaupun sebenernya baru tiga guru saja dan bapak kepala sekolah yang sudah datang, namun lonceng itu harus berbunyi tepat waktu pikir saya. Kali ini yang menjadi petugas upacara adalah siswa kelas 6. Siswa yang sudah lebih banyak pengalamannya dibandingkan kelas 5 ataupun kelas 4 yang kerap menjadi petugas pula.

Dulu, ketika pertama kali mengikuti upacara beberapa pemandangan lucu sekaligus miris terlihat dari segala hal yang berkaitan dengan upacara bendera. Dimulai dari beberapa siswa kelas 4 yang masih belum hafal lagu Indonesia raya. Atau pernah juga satu kali lagu tersebut yang mendapat tambahan lirik dari muridku sehingga menjadi lebih panjang, penyebabnya karena bendera agak lama menyentuh ujung atas tiangnya sehingga mereka berinisiatif menambahkan panjang lagunya, agar pas dengan sampainya bendera dengan ujung tiang atas mungkin. Namun seiring berjalannya waktu, mereka lebih pandai melaksanakan tugasnya.

Kembali pada upacara pagi ini. Sudah lebih dari 25 menit namun upacara belum juga kami mulai. Sebagian guru masih malu-malu untuk memasuki lapangan upacara, juga mungkin karena speaker dan aki yang biasanya kami gunakan belum datang. Apes saya pikir setelah ditunggu beberapa lama pun ternyata aki yang biasanya kami pakai ngadat dan mogok untuk digunakan. Alhasil kami harus upacara tanpa pengeras suara (lagi).

Seorang guru berinisiatif mengajak petugas upacara untuk langsung saja memulai upacara walaupun dengan kondisi tanpa speaker dan beberapa guru masih asik di luar lapangan. Saya sendiri berbaris bersama murid-murid yang sepertinya sudah siap untuk mulai upacara.

Dan Upacara pun dimulai dengan apa adanya.

Sejujurnya saat ini saya lebih menghargai maknanya upacara, lebih khidmat dan lebih merasa bahwa upacara itu penting dibandingkan dengan dulu ketika saya masih sekolah. Entah mengapa, saya tidak mengerti alasannya.

******

Belum terlihat ada satu orang pun guru yang berniat menjadi pembina upacara nampaknya, ditandai dengan masih kosongnya tempat yang biasanya para guru berdiri, termasuk saya. Mereka masih tersebar di beberapa penjuru lapangan, sebagian masih berada di depan ruang guru, dan saya masih berdiri di belakang anak kelas 6, saya belum menyiapkan bahan pembicaraan untuk Amanat Upacara. Namun feeling saya merasa tidak enak, karena sepertinya sayalah yang akan berdiri di tengah lapangan itu untuk kedua kalinya menjadi pembina upacara dengan tanpa persiapan. Walaupun sebenarnya saya sangat ingin berdiri di sana, memberikan kalimat-kalimat yang bisa memberikan motivasi untuk belajar lebih keras, atau sekedar untuk bisa memberikan nasihat-nasihat yang membuat mereka tetap senang untuk menuntut ilmu, namun tentunya dengan sedikit persiapan.

Tapi apa daya, suasana yang begitu sejak tak bisa membendung pemimpin upacara itu menghampiri saya dan menjemput saya untuk menjadi pembina upacara. Pasrah saja.

Senin-senin berikutnya saya harus selalu siap berdiri di depan mereka, memberikan kata-kata inspirasional yang bisa membangkitkan setiap aliran darah mereka untuk tetap belajar, karena setiap upacara adalah hari istimewa, hari yang menyenangkan, setidaknya saya mengajarkan kepada mereka bahwa nasionalisme masih ada, nasionalisme harus tetap ada meskipun di tempat yang amat jauh dari ibu kota, di SD Bangun Jaya. Dan saya pun tak pernah takut lagi untuk berdiri paling awal di tempat biasanya para guru berdiri meskipun yang lain belum ada, untuk mereka.

Baca Terus Gan >>

30 Des 2010

TENTANG LILIN DAN HIKMAT HARDONO

 
“Kalian nantinya akan menjadi lilin di tengah masyarakat, menjadi penerang bagi kegelapan disana”
Mungkin kurang lebih itulah istilah yang diungkapkan oleh salah seorang yang sampai saat ini saya kagumi, Hikmat Hardono, Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar. Saya mengagumi beliau karena orang yang satu ini selalu memiliki power dalam mengucapkan kata-katanya. Bahkan sampai saat ini kutipan diatas jika saya ucapkan secara verbal masih sangat kental dengan intonasi dan dialek khas beliau.
Setelah saya berada di lokasi tugas saya, saya berfikir. Pada dasarnya tidak terlalu salah juga apa yang beliau ucapkan. Disini gelap, apalagi bagi keluarga yang tidak memiliki genset, hanya mengandalkan lampu minyak tanah dan sinar bulan yang kehadirannya tidak bisa diharapkan. Kampung kami memang belum tersentuh PLN jadi wajar saja jika gelap. Genset keluarga kami pun hanya mampu menyalakan listrik 4,5 jam saja. Setidaknya itulah waktu kami berbahagia menikmati pasokan listrik yang ada. Walaupun sebenanya saya tahu bukan gelap ini yang dimaksud.
Namun untuk menjadi lilin di tengah kegelapan mereka, saya pikir kurang tepat. Lilin memang adalah sebuah benda yang bisa mengeluarkan cahaya dan membuat lingkungan sekitar menjadi sedikit lebih terang. “sedikit”, memang sedikit bukan?, siapa yang bisa memastikan jika cahaya lilin amat besar sehingga bisa menerangi masyarakat.
Sebagai seorang guru yang katanya pahlawan tanpa tanda jasa, kita tidak perlu menjadi lilin yang lama kelamaan akan habis. Lilin hanya menyakiti diri mereka sendiri, demi orang lain, demi pancaran cahaya mereka yang amat kecil. Lilin hanya akan hidup jika ada udara, terus apa yang terjadi jika tanpa udara. Mati.
Menjadi pengajar muda bukan menjadi sebuah lilin di masyarakat menurut saya. Karena seorang pengajar muda ada, bukan untuk menyakiti dirinya sendiri, bukan tergantung pada pihak lain, dan tidak boleh pula ada kata mati.
Menjadi pengajar muda harus tetap hidup dimanapun dan sampai kapanpun. Harus bisa melewati tantangan secara mandiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Itulah prinsip pengajar muda di masyarakat menurut saya.
Lalu saya harus menjadi apa? Menjadi genset kah, yang selalu dinanti setiap pukul 6 sore dan ditangisi setiap pukul setengah sebelas malam. bukan, Saya tidak ingin menjadi lilin ataupun genset, saya ingin menjadi matahari. Sinarnya lebih besar. Cahayanya tak ada yang mengalahkan, terik. Bisa dipastikan bahwa matahari kan ada setiap saat di posisi yang sama. Jika pagi datang maka matahari akan datang dari timur dan berujung di barat pada sore hari. Bila malam ia tidak tinggal diam, meskipun kita tak melihatnya, ia masih bisa mentransfer cahayanya pada bulan, atau jika beruntung kita bisa melihat ia memnaggil teman-teman bintangnya yang lain untuk menerangi masyarakat dari gelapnya malam. Bahkan ia pun akan memberik kita keindahan pada saat tertentu dengan sinarnya sehabis hujan lewat pelangi.
Itulah pengajar muda, dibutuhkan, selalu ada, bahkan jika kita kebingungan tak menumukannya, tak perlu berfikir untuk mencarinya karena kita sudah tahu dimana berada.
jangan hanya mau menjadi lilin. Bersikap lah seperti matahari, yang selalu bernyala, di sini, diurat darahku.
Terkadang tidak ada salahnya kita memimpikan menjadi sesuatu yang amat besar. Allah mencatat mimpi kita, percayalah jika pun kita belum menjadi matahari, mungkin orang lain yang menganggap kita sebagai matahari.
Untuk para pengajar muda yang saya anggap matahari, yang tersebar di galaksi-galaksi, iklaskan setiap cahaya yang terpancar dari diri kalian, yakinlah Allah Maha melihat dan mengetahui.
Baca Terus Gan >>

23 Des 2010

CERITA LIBURAN [LAPORAN KUNJUNGAN]

beberapa hari ini saya melewatkaN hari tanpa menulis, SUNGGUH MENYAKITKAN.. liburan kadang membuat saya terlena dengan kegiatan-kegiatan duniawi. huhuhu….

4 hari 3 malam berada di kota Bandar Lampung, menghabiskan sisa uang yang ada di dompet dan nyobain beberapa makanan kekotaan yang udah lama tak bisa termakan di kampung.

jadi teringat materi Bahasa Indonesia mengenai “Membuat laporan Kunjungan”, di postingan kali ini, ingin membuat laporan kunjugan ke Bandar Lampung, walau sebenernya lupa formatnya, tapi tidak apa-apa….

 

Nama Kunjungan    : Liburan dan Pelesiran

Peserta                        : Tim IM penempatan Tulang Bawang Barat (Yuriza, Hasan, Asti, Nila, Faisal, Inay, Selfi, Yuni dan saya sendiri)

Waktu                         : sabtu 18 Desember – Rabu, 22 Desember 2010

Deskripsi Kegiatan: Liburan sekolah bagi kami saat ini tetap menyenangkan, walau pun saat ini sudah tidak berstatus sebagai pelajar lagi. liburan semester kali ini libur 2 minggu sampai tahun baru ini.

hari sabtu pagi kami merencanakan pergi ke ibukota propinsi, tanpa sebenernya tahu bagaimana kami bisa sampai sana, tapi kami ingin kesana. dengan memberdayakan “TIM Indonesia Mengajar” yang sedang singgah di tempat tugas kami, akhirnya kami berangkat. Thanx for Mr Eko dan Mr Susilo Icus.

Diawali dari Rumah makan Nasi Tiwul di jalan Etanol kami mulai menyusiun rencana. Pilihan jatuh pada memasukkan semua tas bawaan ke mobil yang dibawa TIM IM dan menyusupkan 2 pengajar muda beruntung yang bisa tidur pulas di mobil Xenia. 2 orang itu adlah Yuni dn Selfi, setelah berganti2 formasi dan perebutan kekuasaan akhirnya mereka yaang terpilih.

sisanya kami berdelapan harus menumpang bis yang entah nama dan jurusannya kemana. pokoknya nyampe terminal Rajabasa.Sialnya dari setelah beduk Magrib kami menunggu di pinggir jalan baru jam setengah 9 kami mendapatkan bis yang bisa mengantar kami menuju ke Rajabasa. Saya tidak begitu hafal berapa kami harus membayar, karena semua dikoordinir oleh ibu Guru Ginar. begitu kami naik bis, keenam kawan saya sudah mendapatkan tempat duduk selayaknya penumpang bis yang lainnya, tinggalah saya dan bu Guru Asti yang agak bingung harus duduk dimana.  sangat shock ketika kondektur menharuskan kita mundur kebelakang samapi  keluar pintu dan masuk pintu toilet.

“Iya, itu dibuka pintunya” tegas sang kondektur.

“yang mana bang?”

jreng… begitu saya buka pintu disamping toilet, nampaklah dua kursi yang ajaib. Entah mengapa sang pendesain bis ini masih menciptakan dua kursi ini, lebih tepat disebut sebagai kursi untuk tempat mes**, maklum tempatnya sangat tersembunyi dan tertutup. tanpa bisa membantah kamipun duduk dengan rasa aneh. beberapa menit kenudian pak guru Yuriza menggantikan posisi  Bu Guru Asti yang ada di sebelah saya. terpaksa saya dan Pak Guru Yuriza harus menghabiskan perjalanan di tempat duduk ini, tempat mojok, berdua, sempit dan aneh. sementara keenam pengajar muda lainnya sedang menikmati tidurnya di atas kursi yang empuk bersama bantal dan selimutnya.

tiga jam terlewati, kami dibangunkan oleh seorang teman kami, bapak Guru Faisal kalo saya tidak salah.

“Ayo pindah ada yang kosong tuh”

asik juga nih… tapi sayang tidak sampai 5 menit, sang kondektur sudah berterika

“bunerannn,,,bunerannnn,,,,bunerannnn”

kami semua diam, ta mengerti apa maksudnya.

“ayo katanya turun di bunderan, udah sampai nih”

oh mksudnya tuh bunderan tadi.. dasar kondektur yang aneh!

 

kami turun dan langsung dijemput oleh salah seorang sepupu pak Guru Yuriza menggunakan sebuah mobil. 15 menit kemudian kami sudah sampai dirumahnya Saudara Yuriza, (samapai saya pulang saya lupa bertanya siapa nama lengkap bude nya itu, tapi teman-teman memanggil beliau Umi, saya yakin bukan Umi namanya, Umi = Ibu). sudah jam 12 malam ternyata. pak eko dan mas Icus pun pamit untuk menyelesaikan tugasnya menuju jakarta kembali.

pagi pertama dirumah itu, kami mulai menyusun recana mau pergi kemana saja kami nantinya. sebagai seorang intlektual muda yang baik dan para guru yang menginginkan hal-hal terbaik untuk muridnya, maka sasaran pertama kami adalah TOKO BUKU. Untuk ukuran ibukota propinsi hanya ada 1 Gramedia di kota ini.. hmm…

kami mengunjungi toko buku pada siang hari, beberapa jam kami habiskan di toko buku ini. entah berapa uang yang dihabiskan di tokobuku, tapi yang pasti beberapa rekan saya terlihat membawa beberapa bungkusan plastik berisi buku macem-macem tergantung minatnya. Hari pertama jalan-jalan ditutup dengan mengunjungi Mall Central Plaza, menukarkan uang dengan beberapa makanan di SOLARIA, jauh-jauh ke kota tapi kebanyakan kami memesan NASI GORENG, mungkin karena House Fam kami yang jarang membuat nasi goreng dirumah.

Bada Magrib kami harus pulang, karena kami akan menonton tayangan Sepakbola semifinal AFF antara Indonesia dan Filipina.

malam itu ditutup dengan tidur nyenyak dan memperhatikan gaya tidur mereka.

 

hari kedua, kami berniat untuk pergi ke Bioskop, tapi beberapa diantara kami masih berniat pergi ke Gramedia, karena Bapak Guru Asril ketinggalan Jaketnya di tempat penitipan barang. kali ioni kami harus menaiki angkot dan Bus karena mobil yang biasanya kami pakai sedang tidak ada. kami berangkat agak pagi. Tiba di Gramedia, sya pikir akan sebentar tapi ternyata kami menemukan toko buku baru untuk disinggahi, jadilah kami menghabiskan beberapa lama untuk melihat beberpa judul buku yang berjejer dan beberapa media belajar yang bisa digunakan, fajar Utama kjalo tidak salah. saya membeli sebuah novel yang sudah lama saya cari, judulnya ISABELA. ini bukan judul lagu, ini judul novel. mengenai seorang wanita yang menghadapi perpindahan agama dengansudut pandang yang berbeda. saya lupa yang merekomendasikan novel ini…

selesai berurusan dengan toko buku, kami menaiki bus KORPRI menuju sebuah Mall, mall yang sama dengan yang kami datangi, CentralPlaza. bukan untuk membeli Nasi Goreng di Solaria, namun niatnya ingin menonton “twenty wan”. sebuah ruangan dengan layar lebar dan kursi berjajar. terbagi menjadi dua kubu, kubu A adalah orang-orang yang menyukai fil Action dan kubu B orang yang ingin menemani Pak guru Hasan menonton harry Potter. perbandingannya adalah 6:4.

sudah agak lama saya tidak duduk di depan layar yang lebar seperti ini, maklum di tempat saya tinggal tidak diperkenankan untuk adanya bioskop, karena bioskop tidak untuk orang KISMIN.selesai menonton, ternyata petualangan kami belum usai, masih ada satu tempat yang masih ingin kami kunjungi, tempat makanan kota, PIZZA HUT.

usai memakan PIZZA kami pulang dalam keadaan kenyang bdan senang.

malamnya ditutup dengan membicarakan hal-hal yang agak penting, terkait dengan program kerja setahun kedepan. dan beberapa sharing dari para pengajar muda-mudi.

hari ketiga, kami berencana untuk VAKSIN HEPATITIS B. tempat pertama yang kami kunjungi adalah RSUD ABDUL MULK, sebagai RS pemerintah seperti biasanya, penuh sesak, parkiran penuh dan orang-orang berlalu lalang mengurusi orang-orang lain yang sakit, ada pemadangan unik yang saya tenui, terdapat stiker besar berjudul ”DOA ORANG MISKIN”

sebegitunyakah rumah sakit ini dihuni oleh orang2 kismin.

inti cerita rumah sakit ini tidak menyediakan untuk Vaksin hepatitis, maka kami bergegas ke rumah sakit swasta RS URIP, saya tidak ingin mencari “DOA ORANG KAYA “ disini, kami masih mencari vaksin hepatitis B.

inti cerita, di RS ini kami tiak menemukan vaksin itu.

di tengah perjalanan kami dirujuk untuk menuju poltekes, disana ada bidan kenalan UMi, budenya riza, alagkah senang hatiku banyak penampakan-penampakan menarik disana. menyaksikan para mahasiswi dan calon perawat mengenakan baju putih itu…YANG anda lihat di gambar adalah yang tercantik versi saya.

tapi sayang mereka bukanlah orang-orang yang menyuntik kami, lumayanlah cuci mata…

inti cerita, kami mendapatkan Vaksin disini.saya disuntik

Pagi terakhir di bandar lampung, jam 8 kami sudah siap untuk pulang. akhirnya diantar oleh APV sampai denga terminal bis. langsung naik bis menuju unit 2, kali ini tempat duduk tidak terlalu menimbulkan masalah walau tetap duduk di kursi paling belakang. Kali ini perjalanan dihabiskan dalam waktu 4 jam. setibanya di Unit 2, kami makan terlebih dahulu sebelum menaiki ojeg yang kami sewa seharga 20 ribu untuk samapi ke kediaman pak Guru Faisal. sisanya saya harus menempuh perjalnana 45 menit diatas motor untuk sampai rumah house fam.

 

* Spesial buat para pengajar muda, tetaplah semangat merangkai cerita-cerita indah, membantu anak-anak Indonesia mewujudkan mimpinya.

berharap suatu saat nanti kalian membaca tulisan ini.

Baca Terus Gan >>

21 Des 2010

ANTARA PROGRAM DAN “SEBUAH TEMPAT”

 

DSC00328

Akhirnya saya kalah, tanatangan menulis 30 hari yang mengharuskan saya menulis setiap harinya selama 30 hari tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Sudah 3 hari ini, kami tim pengajar muda Tulang Bawang Barat berkumpul di Bandar lampung. Senang rasanya menghasbiskan waktu bersama mereka.

Beberapa waktu terlewati secara berkualitas sementara kebanyakan siswa waktu lainnya dihabiskan dengan belanja kebutuhan-kebutuhan mengajar, jajan makanan yang kekota-kotaan, vaksin hepatitis atau sekedar ngobrol-ngobrtol ringan.

Yang ingin saya tuliuskan disini adalah mengenai waktu berkualitas yang kami lewati, walau Cuma beberapa jam saja dari kebanyakan waktu yang kami lalui namun menghasilkan beberapa hal yang harus kami kerjakan selama dua minggu liburan ini.

Dua minggu liburan ini kami akan mengerjakan banyak hal terkait dengan program selama sisa sepuluh bulan kedepan, kami tidak ingin kehilangan moment berharga berada disini. Jadi persiapan program-program pembelajaran masyarakat dan ekstrakulikuler yang akan kami lakukan bersama harus kami rencanakan secara matang dalam liburan ini. Awal januari kami semua akan memulai aktivitas kami sebagai guru di semester yang baru dan kami berharap di hari mulainya semester baru itu, kami sudah mem-fix-kan semua yang berhubungan dengan program, penjadwalan dan semua yang akan kita lakukan di 10 bulan kedepan.

Sebenarnya banyak sekali ide untuk program pendidikan yang muncul dari masing-masing kepala para pengajar muda, namun beberapa ide belum matang sehingga masih butuh waktu untuk mengemasnya menjadi program yang bermanfaat serta menarik. Beberapa ide sudah bisa diterima untuk dilaksanakan menjadi sebuah program kerja bersama dan sisanya harus digodok lagi.

Ide yang mendesak akan kami lakukan adalah terkait dengan program olimpiade Kuark. Olimpiade bidang sains yang waktunya pelaksanaan nya sudah mepet sekali. Setidaknya sekolah dimana kami mengajar ingin berpartisipasi dalam ajang ini, berharap kami bisa menemukan anak-anak luar biasa dibidang sains. Terlebih-lebih kita bisa mengusahakan olimpiade ini bisa diselenggarakan di kabupaten kami, kabupaten tulang Bawang barat, hal ini akan meningkatkan antusias para sekolah dasar yang ada untuk mempersiapkan murid-muridnya.

Sementara saya mengeluarkan sebuah ide untuk memberikan pendidikan tambahan diluar mata pelajaran kepada siswa-siswi SMA di 2 kecamatan yang kami tinggali. Bentuk kegiatannya semacam training yang berkelanjutan, dilaksanakan sebanyak 9 kali pertemuan, mencakup materi-materi keremajaan dan pendidikan tinggi yang akan mereka hadapi. Memang kebanyakan anak-anak muda disini, setelah lulus SMA kurang termotivasi untuk bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan juga kurangnya penguasaan pengetahuan-pengetahuan yang seharusnya mereka ketahui.

Hal-hal lain yang menjadi perbincangan selama kami berkumpul adalah besarnya keinginan kami untuk bisa memberikan pengajaran ke “sebuah tempat” (rahasia red) yang terpencil dan sedikit terisolir. Semoga anda bisa membedakan istilah terpencil dan terisolir.. (kata bapak tebe: terpencil adalah ukurannya jarak yang jauh, sementara terisolir saya artikan tempat yang akses jalan menuju kesana sangat sulit)

“sebuah tempat” itu menjadi tempat yang sangat ingin kami kunjungi, tempat impian untuk memberikan pengajaran, memberikan inspirasi. Sebenarnya kami ingin membuktikan kebenaran sebuah tulisan di media massa bahwa tempat itu sudah tidak memiliki guru, konon setiap guru yang bertugas disana sudah tidak betah mengajar. Hm... kami sangat ingin ke tempat itu, setidaknya memberikan hal-hal baru yang belum pernah mereka dapatkan.

Semoga apa yang kami lakukan saat ini dan 10 bulan kedepannya menjadi sebuah keberkahan untuk orang-orang yang selama ini mendoakan kami dan untuk kami semua.

Amin.

Baca Terus Gan >>

19 Des 2010

RANKING, RAPORT DAN KECERDASAN

berakhirlah semester ganjil dan selamat datang dil liburan semester. dua minggu… cukup lama untuk ukuran seorang yang bekerja.

sabtu kemarenadalah hari yang berbeda daripada biasanya bagi siswa-siswi SDN 01 Bangun Jaya. sebuah buku berwarna merah, berisi nilai-nilai siap dibagikan para wali kelas kepada seluruh siswa tanpa terkecuali. kami biasa menyebut itu RAPORT.

Dari jaman saya SD pun buku itu konsep pembagian raport dan penilaian melalui buku itu memang sudah ada. Mungkin juga seluruh pendidikan di belahan dunia manapun menggunakan konsep raport untuk mengevaluasi kegiatan belajar mengajarnya. Namun sekarang saya ingin membahas mengenai satu hal. Masih banyak orang dan beberapa praktisi akademisi yang pro-kontra dalam menerapakan sistem ini, sistem yang saya maksud adalah sitem Ranking atau pengurutan berdasarkan nilia tertinggi sampai dengan nilai terendah. Seorang yang mendapatkan nilai akumulasi paling tinggi akan mendapatkan ranking pertama dan seterusnya.

Dalam hal ini saya berada pada posisi yang kontra untuk me-RANKING setiap anak pada buku raportnya.

********

futu 084Pagi itu, di hari sabtu, saya berkesempatan untuk menyaksikan pembagian raport salah satu rekan saya di SD bukan tempat saya mengajar. Seluruh orang tua sudah berkumpul memenuhi nundangan sekolah, mereka akan menerima raport anaknya. Setelah diawali oleh pidato dari kepalas ekolah yang masuk kelas satu persatu maka acara pembnagian raport pun dimulai. Acara perdana yaitu pembacaan RANKING pertama, kedua, dan ketiga. Setelah itu mereka (orangtua) akan maju satu persatu untuk mendapatklan hadiah dari pihaki sekolah.

******

Di satu sisi mungkin saja sistem memberikan ranking pada setiap siswa akan memberikan motivasi bagi siswa. Para siswa akan bersemngat untuk berada di peringkat satu, ingin namanya disebut di depan kelas oleh kepala sekolah atau ingin menerima hadiah dari sekolah. Walaupun saya yakin tidak semua siswa akan berpikiran seperti itu. Sebagian siswa yang memang dari dulu tidak pernah berada diurutan tinggi tidak terlalu berharap untuk mendapat ranking pertama, kedua dan sterusnya. Yang ada malah hanyalah pelabelan kepada siswa dengan ranking terbaik, mereka akan disebut si ranking satu, si ranking dua dll. Atau pun yang ada hanyalah sebuah proses belajar dinilai dari hasilnya saja. Pada hal menurut saya belajar adalah sebuah proses tidk hanya dilihat dari nilai akumulasi terakhir.

Kecerdasa tiap siswa sangat beragam, dari delapan kecerdasan yang ada. Mungkin saja salah satu siswa saya akan memiliki nilai yang tinggi poada mata pelajaran kesenian, menggambar atau musik karena kecerdasannya adalah kecerdasan audio, namun disisilain mata pelajaran lainnya akan mendapatkan nilai kecil sehingga jumlah nilai keseluruhannya pun tidak terlalu besar. Tidak ada yang salah dengan siswa saya yang satu itu. Dia berada pada keadaan normal, menonjol pada salah satu kecerdasan namun pada akhirnya sistem perankingan akan membuat dia mendapatkan label anak bodoh karena mata pelajaran yang sesuai dengan kecerdasannya hanya sedikit.

*********

Saya tidak mengeti mengapa sekolah dimana rekan saya mengajar masih menerpakan sistem ini, padahal setelah saya buka-buka raport yang saya dapatkan dari sekolah yang saya ajar, tidak ada sama sekali kolom untuk menuliskan ranking siswa. Jadi saya menangkap bahwa pemerintah, yang membuat buku raport, pun menganggap bahwa tidak seharusnya siswa-siswa diurutkan berdasarkan akumulasi nilai-nilai mereka. Biarkan mereka berkembang dengan kecerdasan mereka masing-masing, biarkan mereka memiliki kelebihan yang mereka punya tanpa dibandingkan satu persatu, karena mereka semua adalah siswa cerdas, tidak ada manusia bodoh. Mereka hanya memiliki kecerdasan yang berbeda. Dan berbeda itu unik.

Rusdi Saleh untuk Indonesia Mengajar.

Bandar Lampung, 19 Desember 2010

Baca Terus Gan >>

16 Des 2010

Menulis dan Menginspirasi

DSCF0537Hari ini benar2 tidak ada ide untuk menulis.

 

 

Padahal sebenarnya saya ingin blog ini setiap hari selalu terupdate cerita-cerita mengenai Indonesia mengajar dan isu-isu pendidikan lainnya. Menulis saat ini bagi saya sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus saya penuhi. Walaupun kadang setelah berada di depan notebook putih ini saya sendiri bingung apa ynag harus saya tuliskan. Saya ingin apa yang pernah diucapkan oleh Bapak Anies baswedan mengenai menulis, bahwa seorang pemimpin yang baik haris memiliki kelamampuan menulis yang baik pula. Karena sebuah tulisan bisa berdampak sangat masif bagi pembacanya. Keberadaan teknologi yang sudah sangat canggih sangat mempengaruhi dan setidaknya membawa dampak positif.

Sebuah tulisan bagi saya memilikki arti tersendiri dan bisa menjadi alat untuk menginspirasi orang lain. Saya masih ingat ketika beberapa minggu lalu bahwa tulisan saya di blog indonesia mengajar di jadikan sebagai artikel oleh humas IPB pada buletin bulananannya. Menurut sumber yang terpercaya, buletin itu dibagikan kepada para wisudawan IPB, jadi setidaknya ada 800 orang yang memegang tuliusan saya (belum tentu dibaca soalnya). Setidaknya apa yang saya tulis bisa menggugah orang lain untuk membagikannya kepada orang yang lebih banyak.

Entah mengapa pada tulisan yang saya buat akhir-akhir ini, saya tidak terlalu berharap tinggi untuk dibaca oleh orang lain. Mungkin rasa malu karena kapasitas saya dalam menulis masih pas-pasan. Atau bahan-bahan yang saya tuliskan dirasa belum mampu menginspirasi orang lain agar lebih baik. Ketika saya menulis, saya hanya mengikuti alur yang ada dalam pikiran saya. Kerap saya menuliskan sebuah paragrap, sedetik kemudian saya tekan tombol backspace untuk menghapusnya. Pesimis memang. Kadang disatu sisi saya menjadi orang yang tidak percaya diri.

Tulisan saya hanyalah pemikiran dan opini serta pengalaman-pengalaman yang saya alami. Setelah saya menuliskannya ada perasaan lega. Mungkin menulis adalah salah satu cara komunikasi yang efektif untuk menyampaikan narasi. Hanya satu arah.

Saya sering membaca beberapa tulisan teman-teman sesama pengajar muda lainnya, kadang saya terenyuh membacanya. Penggambaran mereka dalam menggunakan kata-kata membawa saya seakan-akan saya berada dalam posisinya. Bebrapa kali saya ingin tertawa terbahak-bahak ketika merka menceritakan kejadian yang lucu, disisi lain saya pernah dibut ingin menangis ketika beberapa pengajar muda merasa sendiri, merasa butuh dukungan atau ketika mereka bisa membuat anak-anak di pelosok sana untuk lebih baik, untuk momen seperti itu saya ingin menangis terharu.

Setiap orang selalu ingin menjadi orang yang lebih baik, termasuk saya. Sangat berharap kemampuan menulis saya akan meningkat menjadi lebih baik pula. Saya tidak ingin menjadi semuorna atau menjadi para pengajar muda yang lain, saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri dengan kemampuan yang lebih baik. Saya yakin saya bisa.

Rusdi Saleh Untuk Indonesia Mengajar

Teach – Write – Inspire

Baca Terus Gan >>

14 Des 2010

TEMPAT GUNUNG BERJUMPA REMBULAN

TEMPAT GUNUNG BERJUMPA REMBULAN

Di Sebuah Kerajaan Adil-Makmur hiduplah seorang raja beserta rakyatnya yang sejahtera. Nama raja itu adalah Paduka-Raja-Bijaksana, dia adalah seorang raja yang sangat sayang kepada keluarga dan rakyatnya. Di Istana kerajaan Paduka-Raja-Bijaksana ditemani oleh Permaisuri-Cantik-Jelita dan sudah mendapatkan seorang putri yang tidak kalah cantiknya dengan ibunya, namanya Putri-Indah-Berseri. Rakyat kerajaan beserta anggota istana hidup damai dengan apa yang mereka miliki. Kerajaan ini terletak tepat di kaki Gunung-Nirbuah. Gunung yang elok dan lebat dengan pepohonan yang subur.

Pada suatu hari, Paduka-Raja-Bijaksana jatuh sakit. Sakitnya sangat aneh bahkan pegawai kerajaan yang biasa mengurusi kesehatan kerajaan sudah menyerah untuk bisa menyembuhkan. Paduka-Raja-Bijaksana pun memnaggil semua anggota Istana kerajaan untuk berkumpul. Dia berpesan kepada Putri-Indah-Berseri untuk segera menikah agar kelak ia mendapatkan menantu yang nanti bisa meneruskan kerajaan yang ia cintai ini setelah ia meninggal. Paduka-Raja-Bijaksana menginginkan Putri-Indah-berseri menikah dengan keturunan yang terpandang baik dari kerajaan ini maupun kerajaan lain di negeri ini.

Di luar sepengetahuan sang paduka-Raja-Bijaksana padahal Putri-Indah-berseri sudah menjalin hubungan dengan seorang pemuda biasa, bernama Pria-Gagah-Perkasa, pemuda ini adalah anak petani nampun memiliki wajah tampan dan berperilaku baik sehingga Putri-Indah-berseri tertarik.

Hari-hari berikutnya sakit yang dialami Paduka-Raja-Bijaksana semakin parah. Maka ia pun segera memaksa Putri-Indah-Berseri untuk menikah dengan pemuda pilihannya, karena Putri-Indah-Berseri tak kunjung berani memperkenalkan Pria-Gagah-Perkasa kepada ayahnya. Karena pasti Pria-Gagah-Perkasa tidak akan diperbolehkan menikah dengan anaknya, Pria-Gagah-Perkasa hanyalah anak petani biasa yang tidak berhak menjadi anggota istana kerajaan. Pemuda pilihan ayahnya adalah putra bungsu dari Kerajaan-Sejahtera-Sentosa, Kerajaan yang memiliki hubungan dekat dengan kerajaan yang ia pimpin, terletak di balik Gunung-Nirbuah.

Tapi akhirnya Putri-Indah-Berseri berani menyampaikan penolakan keinginan ayahnya dengan tegas, dia tidak suka dengan pemuda pilihan itu, dan sudah terlanjur jatuh cinta kepada Pria-Gagah-Perkasa. Setelah mendengar alasan anaknya yang ingin menikah dengan rakyat biasa, sang Paduka-Raja-Bijaksana geram dan membenci anak semata wayangnya.

Di tengah pergolakan batinnya, tanpa sepengetahuan Paduka-Raja-Bijaksana, Putri-Indah-berseri memutuskan untuk pergi dari istana kerajaan bersama Pria-Gagah-Perkasa, pemuda yang ia cintai. Ditengah lemahnya fisik sang Paduka-Raja-Bijaksana ia bertambah membenci dan sangat jengkel terhadap anaknya setelah mengetahui ia kabur bersama Pria-Gagah-Perkasa. Ia hampir mengehembuskan nafas terakhirnya, namun karena geram hatinya dengan kelakuan anaknya yang tidak mau menuruti kemauan orang tuanya sendiri. Ia kemudian mengutuk putrinya jika ia benar pergi sedang bersama Pria-Gagah-Perkasa. Sang Paduka-Raja-Bijaksana mengutuk putrinya menjadi Ikan Mas Koki. Kutukan itu berlaku jika anaknya tidak kembali kekerajaan sampai Paduka-Raja-Bijaksana meninggal nanti.

Walaupun Putri-Indah-Berseri sudah mengetahui kutukan itu, ia tetap pada pendiriannya. Ia pergi dan hidup bersama Pria-Gagah-Perkasa di tepi Danau-Jernih yang terletak di puncak Gunung Nirbuah. Pria-Gagah-Perkasa membangun sebuah gubuk kecil yang cukup untuk mereka berdua. Seiring waktu berjalan Putri-Indah-berseri tidak pernah memberitahukan kepada Pria-Gagah-Perkasa perihal kutukan tersebut.

Hari itu telah datang, akhirnya Paduka-Raja-Bijaksana menghembuskan nafas terakhirnya. Seketika itu pula Putri-Indah-Berseri berubah menjadi ikan mas koki. Kutukan itu benar-benar terjadi, kutukan untuk seorang anak yang tidak patuh terhadap perintah orangtuanya. Putri-Indah-Berseri yang menjelma menjadi ikan mas koki hidup di Danau-Jernih dekat gubuk di mana ia tinggal. Namun Pria-Gagah-Perkasa tidak tahu, ia mencari Putri-Indah-Berseri kalang kabut seharian penuh. Setelah berhari-hari pencariannya tidak menemukan hasil, ia tidak putus asa, ia amat mencintai Putri-Indah-Berseri.

Tahun demi tahun terlewati, Kerajaan-Adil-Makmur akhirnya dipimpin oleh Baginda-Raja-Baik-Hati, ia adalah Adik Paduka-Raja-Bijksana. Kerajaan itu tetap sama, rakyatnya masih hidup damai dan tenteram. Namun di sisi lain, Putri-Indah-Berseri yang telah menjelma menjadi Ikan-Mas-Koki belum berhasil memberikan petunjuk kepada Pria-Gagah-Perkasa bahwa ia telah dikutuk dan berubah bentuk. Padahal ia selalu berenang-renang di Danau-Jernih di sekitar gubuk yang ditinggali Pria-Gagah-Perkasa.

Puluhan tahun terlewati, Pria-Gagah-Perkasa telah bertambah tua dan berubah menjadi seorang kakek yang rambutnya sudah memutih, jalannya pun tak setegak dulu. Semua yang ada pada dirinya telah berubah kecuali satu hal, yaitu cintanya pada Putri-Indah-Berseri sampai detik ini. Ia pun tak berhenti mencari wanita yang ia cintai. Di suatu sore, ia termenung di pinggir danau sambil memakan Buah-Naga, buah yang hanya tumbuh di atas Gunung-Nirbuah, Buah-Naga berwarna merah dan badan buahnya bersisik menyerupai Naga. Ia teringat bahwa Putri-Indah-Berseri sangat menyukai buah ini. Di tengah perenungannya ia melihat seekor Ikan-Mas-Koki menyibakan air danau tepat di depan matanya. Ia terkaget-kaget, baru sadar ternyata di Danau-Jernih yang telah menemaninya selama puluhan tahun ada juga seeokor Ikan-Mas-Koki yang menarik. Tanpa sadar ia melempar secuil buah naga kepada Ikan-Mas-Koki itu. Tidak perlu waktu lama, Buah-Naga sudah habis dilahap Ikan-Mas-Koki yang memang adalah Putri-Indah-berseri yang telah dikutuk. Kemudian ia melemparkan lagi secuil demi secuil BuahNaga ditangannya sampai habis.

Seiring bertambah tua Pria-Gagah-Perkasa, ada yang aneh dalam tubuh kakek tua ini. Entahlah, mungkin juga ini bagian dari kutukan yang diucapkan oleh sang Paduka-Raja-Bijaksana. Penglihatannya menjadi rusak, ia tak bisa melihat di siang hari. Cahaya matahari telah membakar matanya, hanya dalam terang rembulan penglihatan kakek Pria-gagah-Perkasa akan bekerja normal. Ia akhirnya tak pernak keluar pada siang hari, ia hanya keluar pada malam hari ketika rembulan menampakan dirinya ditengah bintang yang bersinar lainnya.

Beberapa rakyat kerajaan yang sekarang sudah bertambah banyak satu persatu mulai menjamah Gunung-Nirbuah, mereka pun mendirikan rumah-rumah di sepanjang kaki gunung hingga puncaknya Gunung-Nirbuah, hidup berdampingan bersama kakek itu, Pria-Gagah-Perkasa. Beberapa rakyat yang tinggal bersama Pria-Gagah-Perkasa lebih sering memanggilnya Kakek-Rembulan, karena kebiasaannya berjalan di bawah sinar rembulan yang terang dan tak pernah menunjukan dirinya saat matahari terik bersinar.

Jika malam datang ditemani rembulan maka kakek-Rembulan punya kebiasaan baru, ia akan keluar rumah, mencari Buah Naga kemudian duduk di tepi Danau-Jernih dan melemparkan secuil demi secuil Buah-Naga yang langsung dilahap oleh Ikan-Mas-Koki, ikan kesayangannya saat ini yang sebenarnya adalah Putri-Indah-Berseri. Dengan begitu kerinduan pada Putri-Indah-Berseri sedikit terobati. Disinilah tempatnya, tempat gunung bertemu rembulan.

*TEPAT 900 KATA.

Rusdi Saleh.

14 Des 2010

Baca Terus Gan >>