Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

23 Jul 2011

Patah Hati

Rasanya patah hati itu aneh yah?

tak bisa dijelasakan dengan kata apapun yang ada dalma kamus besar bahasa Indonesia.

Galau segalau-galaunya. Resah, Gundah gulana, abstrak dan tak menentu.

pernah saya mencintai seorang wanita. Anggun, sederhana dan menarik (ketika itu)

semua yang saya pikirkan tentang masa depan saya, selalu saya kaitkan dengan kedekatan dengannya. tentang pernikahan, tentang keluarga, pekerjaan dan segalanya.

Komitmen namanya kala itu, janji akan bersama, berusaha saling mengasihi saling menyayangi. sampai nanti.

“Aku sayang kamu, kamu sayang aku. mari kita coba jalani sama-sama” bunyi smsnya kala itu.

 

semua hancur, sirna berantakan, tak bersisa. hanya kenangan manis yang terlalu sayang untuk dikubur bersama semua kata-kata putus yang tak sempat diucapkan.

aku bisa menebak dari semua yang kamu tampilkan dalam sikapmu.

aku bisa menerka apa yang akan kamu ucapkan melalui mulutmu.

manis berubah menjadi pahit, dan yang pahit terasa semakin pahit untuk dirasa.

aku pikir ini hanya dugaan awal saja bahwa kamu memang gadis simple yang sukar kutaklukan.

namun semua berubah ketika kuamati kau dari kejauhan, memandangmu dari sudut yang berbeda.

ya itulah dirimu, kamu bukan yang terbaik untukku.

Gudbye

 

#edisipatahhati.

Baca Terus Gan >>

19 Des 2010

RANKING, RAPORT DAN KECERDASAN

berakhirlah semester ganjil dan selamat datang dil liburan semester. dua minggu… cukup lama untuk ukuran seorang yang bekerja.

sabtu kemarenadalah hari yang berbeda daripada biasanya bagi siswa-siswi SDN 01 Bangun Jaya. sebuah buku berwarna merah, berisi nilai-nilai siap dibagikan para wali kelas kepada seluruh siswa tanpa terkecuali. kami biasa menyebut itu RAPORT.

Dari jaman saya SD pun buku itu konsep pembagian raport dan penilaian melalui buku itu memang sudah ada. Mungkin juga seluruh pendidikan di belahan dunia manapun menggunakan konsep raport untuk mengevaluasi kegiatan belajar mengajarnya. Namun sekarang saya ingin membahas mengenai satu hal. Masih banyak orang dan beberapa praktisi akademisi yang pro-kontra dalam menerapakan sistem ini, sistem yang saya maksud adalah sitem Ranking atau pengurutan berdasarkan nilia tertinggi sampai dengan nilai terendah. Seorang yang mendapatkan nilai akumulasi paling tinggi akan mendapatkan ranking pertama dan seterusnya.

Dalam hal ini saya berada pada posisi yang kontra untuk me-RANKING setiap anak pada buku raportnya.

********

futu 084Pagi itu, di hari sabtu, saya berkesempatan untuk menyaksikan pembagian raport salah satu rekan saya di SD bukan tempat saya mengajar. Seluruh orang tua sudah berkumpul memenuhi nundangan sekolah, mereka akan menerima raport anaknya. Setelah diawali oleh pidato dari kepalas ekolah yang masuk kelas satu persatu maka acara pembnagian raport pun dimulai. Acara perdana yaitu pembacaan RANKING pertama, kedua, dan ketiga. Setelah itu mereka (orangtua) akan maju satu persatu untuk mendapatklan hadiah dari pihaki sekolah.

******

Di satu sisi mungkin saja sistem memberikan ranking pada setiap siswa akan memberikan motivasi bagi siswa. Para siswa akan bersemngat untuk berada di peringkat satu, ingin namanya disebut di depan kelas oleh kepala sekolah atau ingin menerima hadiah dari sekolah. Walaupun saya yakin tidak semua siswa akan berpikiran seperti itu. Sebagian siswa yang memang dari dulu tidak pernah berada diurutan tinggi tidak terlalu berharap untuk mendapat ranking pertama, kedua dan sterusnya. Yang ada malah hanyalah pelabelan kepada siswa dengan ranking terbaik, mereka akan disebut si ranking satu, si ranking dua dll. Atau pun yang ada hanyalah sebuah proses belajar dinilai dari hasilnya saja. Pada hal menurut saya belajar adalah sebuah proses tidk hanya dilihat dari nilai akumulasi terakhir.

Kecerdasa tiap siswa sangat beragam, dari delapan kecerdasan yang ada. Mungkin saja salah satu siswa saya akan memiliki nilai yang tinggi poada mata pelajaran kesenian, menggambar atau musik karena kecerdasannya adalah kecerdasan audio, namun disisilain mata pelajaran lainnya akan mendapatkan nilai kecil sehingga jumlah nilai keseluruhannya pun tidak terlalu besar. Tidak ada yang salah dengan siswa saya yang satu itu. Dia berada pada keadaan normal, menonjol pada salah satu kecerdasan namun pada akhirnya sistem perankingan akan membuat dia mendapatkan label anak bodoh karena mata pelajaran yang sesuai dengan kecerdasannya hanya sedikit.

*********

Saya tidak mengeti mengapa sekolah dimana rekan saya mengajar masih menerpakan sistem ini, padahal setelah saya buka-buka raport yang saya dapatkan dari sekolah yang saya ajar, tidak ada sama sekali kolom untuk menuliskan ranking siswa. Jadi saya menangkap bahwa pemerintah, yang membuat buku raport, pun menganggap bahwa tidak seharusnya siswa-siswa diurutkan berdasarkan akumulasi nilai-nilai mereka. Biarkan mereka berkembang dengan kecerdasan mereka masing-masing, biarkan mereka memiliki kelebihan yang mereka punya tanpa dibandingkan satu persatu, karena mereka semua adalah siswa cerdas, tidak ada manusia bodoh. Mereka hanya memiliki kecerdasan yang berbeda. Dan berbeda itu unik.

Rusdi Saleh untuk Indonesia Mengajar.

Bandar Lampung, 19 Desember 2010

Baca Terus Gan >>

16 Des 2010

Menulis dan Menginspirasi

DSCF0537Hari ini benar2 tidak ada ide untuk menulis.

 

 

Padahal sebenarnya saya ingin blog ini setiap hari selalu terupdate cerita-cerita mengenai Indonesia mengajar dan isu-isu pendidikan lainnya. Menulis saat ini bagi saya sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus saya penuhi. Walaupun kadang setelah berada di depan notebook putih ini saya sendiri bingung apa ynag harus saya tuliskan. Saya ingin apa yang pernah diucapkan oleh Bapak Anies baswedan mengenai menulis, bahwa seorang pemimpin yang baik haris memiliki kelamampuan menulis yang baik pula. Karena sebuah tulisan bisa berdampak sangat masif bagi pembacanya. Keberadaan teknologi yang sudah sangat canggih sangat mempengaruhi dan setidaknya membawa dampak positif.

Sebuah tulisan bagi saya memilikki arti tersendiri dan bisa menjadi alat untuk menginspirasi orang lain. Saya masih ingat ketika beberapa minggu lalu bahwa tulisan saya di blog indonesia mengajar di jadikan sebagai artikel oleh humas IPB pada buletin bulananannya. Menurut sumber yang terpercaya, buletin itu dibagikan kepada para wisudawan IPB, jadi setidaknya ada 800 orang yang memegang tuliusan saya (belum tentu dibaca soalnya). Setidaknya apa yang saya tulis bisa menggugah orang lain untuk membagikannya kepada orang yang lebih banyak.

Entah mengapa pada tulisan yang saya buat akhir-akhir ini, saya tidak terlalu berharap tinggi untuk dibaca oleh orang lain. Mungkin rasa malu karena kapasitas saya dalam menulis masih pas-pasan. Atau bahan-bahan yang saya tuliskan dirasa belum mampu menginspirasi orang lain agar lebih baik. Ketika saya menulis, saya hanya mengikuti alur yang ada dalam pikiran saya. Kerap saya menuliskan sebuah paragrap, sedetik kemudian saya tekan tombol backspace untuk menghapusnya. Pesimis memang. Kadang disatu sisi saya menjadi orang yang tidak percaya diri.

Tulisan saya hanyalah pemikiran dan opini serta pengalaman-pengalaman yang saya alami. Setelah saya menuliskannya ada perasaan lega. Mungkin menulis adalah salah satu cara komunikasi yang efektif untuk menyampaikan narasi. Hanya satu arah.

Saya sering membaca beberapa tulisan teman-teman sesama pengajar muda lainnya, kadang saya terenyuh membacanya. Penggambaran mereka dalam menggunakan kata-kata membawa saya seakan-akan saya berada dalam posisinya. Bebrapa kali saya ingin tertawa terbahak-bahak ketika merka menceritakan kejadian yang lucu, disisi lain saya pernah dibut ingin menangis ketika beberapa pengajar muda merasa sendiri, merasa butuh dukungan atau ketika mereka bisa membuat anak-anak di pelosok sana untuk lebih baik, untuk momen seperti itu saya ingin menangis terharu.

Setiap orang selalu ingin menjadi orang yang lebih baik, termasuk saya. Sangat berharap kemampuan menulis saya akan meningkat menjadi lebih baik pula. Saya tidak ingin menjadi semuorna atau menjadi para pengajar muda yang lain, saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri dengan kemampuan yang lebih baik. Saya yakin saya bisa.

Rusdi Saleh Untuk Indonesia Mengajar

Teach – Write – Inspire

Baca Terus Gan >>

15 Des 2010

Guru Berdiri, Murid Berlari

 

Kawan, pasti kalian pernah mendengar sebuah pepatah yang berbunyi,

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.

IMG_0612Ternyata memang benar siswa tergantung gurunya, bahkan bisa lebih parah. Menurut pepatah itu, jika gurunya saja kencing sambil berdiri maka muridnya bisa kencing sambil berlari. Lebih parah bukan?

Selama beberapa minggu menjadi seorang guru, saya betul-betul mengalaminya. Tidak sampai kencing sambil berdiri memang, namun beberapa siswa saya menjadi suka menirukan apa yang saya lakukan. Mengulang-ngulang apa yang saya ucapkan dan membuat persamaan-persamaan seperti apa yang mereka lihat pada dari saya sendiri.

Saya tidak mengerti apa motifnya secara psikologi mereka melakukan hal itu. Hanya sekedar mencari perhatiankah, atau memang mereka sangat ingin seperti gurunya atau juga memang kekuatan guru sebagai role model begitu melekatnya pada diri mereka sehingga mereka akan menganggap apa yangt dilakukan, diucapkan dan di pikirkan oleh seorang guru adalah yang terbaik untuk diri mereka.

Beberapa siswa di sekolah saya pada umumnya mereka sangat suka melakukan tindakan kekerasan kecil kepada temannya, baik itu memukul, menandenag atau sekedar iseng mamatahkan sapu kelas lain. Hari ini saja dua orang siswa menangis karena “diapa-apain” oleh temennya. Saya tidak bilang bahwa semua guru disini suka menggunakan kekerasan dalam hal mendidik siswanya. Karena banyak faktor yang mempengaruhinya, tidak hanya guru yang disekolah, tapi juga guru yang ada dirumah, yaitu orang tua mereka

Setiap guru akan menjadi seorang yang dihargai dan dihormati oleh siswanya. Guru akan disegani dan dijadikan contoh bagi kehidupan di sekolahnya, mereka mengangap bahwa seorang guru adalah panutan. Mereka hampir setiap hari bertemu dengan gurunya, berdiri di depan kelas mereka dan mengajarkan hal-hal yang mereka diharapkan bisa berguna untuk hidupnya.

Setiap perkataan seorang guru adalah seolah menjadi sinar matahari yang menoros kedalam diri mereka, kata-kata itu memiliki kekuatan tersendiri. Kata-kata yang diucapkan di sekolah, tempat yang “sakral”untuk mendidik siswanya. setiap perbuatan seorang guru ibarat berputarnya bumi pada edaran matahari, setiap saat diikuti oleh bulan sebagai muridnya. Setiap p[erbuatan guru yang diulang-ulang di depan siswanya akan mempengaruhi alam bawah sadar siswanya dan tertanam dalam pikiran siswanya, suatu saat ingatan-ingatan itu bisa saja membuncah dan berubah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh siswa.

Suatu saat kawan semua pasti menjadi guru, tidak hanya guru di sekolah, bisa saja Kawan akan menjadi guru untuk adik dan anak nantinya. Tidak perlu menjadi sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah. Cukup mengajarkan kebaikan pada murid anda nantinya.

Ingat apapun yang akan diajarkan kepada murid anda, nantinya akan diikuti oleh murid anda,cepat atau lambat. Percayalah.

15 Desember 2010

Rusdi Saleh Untuk Indonesia Mengajar

Baca Terus Gan >>

14 Des 2010

PENGAJAR MUDA #1

Andaikan hari ini adalah hari kejujuran sedunia, maka saya akan bilang, saya sangat senang bisa berjumpa dengan 50 orang yang menjadi sahabat-sahabat baik saya. Saya ingin bercerita mengenai mereka semua, mereka yang selalu saya bilang idealis. Mereka yang ketika ditempatkan disekolah yang sudah “berkecukupan”, dekat dengan alfamart, dekat dengan kota, mereka malah tidak mau. Mereka memilih sekolah yang merindukan hadirnya seorang Guru, sekolah yang masih “tertinggal” meskipun itu sangat dipelosok. Mereka adalah para pengajar muda. Tulisan hari ini akan saya gambarkan melalui kata-kata saya menganai beberapa dari mereka, 9 orang pengajar muda yang ditugaskan bersama saya, di Tulang bawang barat, Lampung. Karena hari ini adalah hari kejujuran sedunia, maka saya akan tuliskan apa adanya, tanpa rekayasa sedikitpun. Semoga tidak ada yang tersakiti.

Tim IM Tulang Bawang BaratPertama, Yuriza primantara. Jabatannya dalam kelompok kami adalah koordinator pengajar muda untuk kabupaten kami. Satu-satunya di kelompok kami yang bisa mengendarai mobil. Bukan tipe pria yang suka rapih, kadang tidak sistematis dan biasanya menjadi penengah diantara kami. Jika boleh ditebak maka pria satu ini memiliki sifat korelis dan plegmatis yang lebih kuat. Kadang memliki kejutan-kejutan yang tidak biasa. Menurut pemikiran saya, anak sulung yang satu ini adalah anak yang dicintai oleh orangtuanya. Pertama kali saya bertemu dengan yuriza ketika pelatihan Indonesia mengajar dimulai. Dia adalah pengajar muda pertama yang saya temui, ketika rombongan yang lain belum tiba, ia tiba lebih dulu diantar oleh kedua orang tuanya menuju Ciawi. Orangtuanya pula yang melepas ia di bandara, hanya satu-satunya dari kami yang didatangi oleh orangtuanya ketika kami pergi. Hal yang paling saya ingat dari yuriza adalah ketika ia harus berperan sebagai ibu dari seorang pahlawan saat Belajar Kreatif IPS, pada pelatihan di MTC. Jika didandani menjadi seorang wanita ternyata masih cocok saja. Ia juga cukup pandai menirukan beberapa ekspresi Tim Indonesia mengajar.

Kedua, Ginar Santika. Karena hari ini adalah hari kejujuran sedunia maka saya akan bilang kalo Ginar paling tegas di kelompok kami, gaya bicaranya sangat jutek. Hal yang paling saya ingat dari Ginar adalah ketika bermain AIUEO (permainan yang sering akmi lakukan selama pelatihan) mukanya sangat serius dan menunjukan mimik yang tak pernah kami bayangkan. Wanita yang satu ini paling banyak bawaannya kalo mau pergi. Saya menduga Ginar bertipe sanguinis sempurna. Orangnya sistematis, rapi dan sepertinya juga selalu mecatat hal-hal yang dianggap perlu. Jabatannya pada kelompok kami adalah sebagai benndahara.

Ketiga, Faisal Effendi. Saya pikir hampir 49 pengajar muda lain tahu bahwa Faisal memiiliki kebiasaan unik yang berbeda dengan orang lain. Di dunia musik ia menggandrungi gendre musik yang tidak lazim. Musik kematian, musik horor, atau musik yang tidak semestinya disukai oleh orang sebangsa manusia. Hal yang saya ingat ari Faisal adalah ketika mandi, ia tak pernah lupa untuk membawa hp dan menyalakan musik yang ia sukai, dan menjadi teman mandinya. Lalu kemudian ia akan mengikuti nada irama musik yang ia putar tadi. Atau kebiasaan lainnya adalah mengkoleksi film-film jaman dulu yang sudah dilupakan oleh sebagian orang. Beberapa hari lalu ia baru saja menitipkan kepada salah satu diantara kami untuk membeli VCD Film-film Suzana, Dono, dan Rano Karno, semuanya film-film tahun 80-90an. Gaya berbicara seorang faisal terkadang amat kaku,padahal hanya melalui telepon dengan wanita sekalipun... ia tidak pernah berbicara menggunakan gue-elo seperti kebanyakan dari kami, namun ia menggantinya dengan saya-kamu. Pilihan kata yang baik memang.

Keempat, Yunita Ekasari. Ketika anda mendengar nama yuni, biasanya orang pasti berfikir wanita ini terlahir bulan juni tapi ternyata tidak semua demikian, ia dilahirkan bulan Juli. Menurut pandangan saya yuni merupoakan orang yang melankolis. Terkadang ia suka membuat kejutan-kejutan. Seperti kebanyakan wanita pada umumnya, seorang yuni pun sangat sulit ditebak. Terkadang ia juga menajadi orang yang humoris, walaupun kebanyakan sifatnya garing... kriuk..kriuk... hehehe... beberapa hal yang saya ingat dari Yuni adalah ketika penempatan telah selesai dilakukan dan kami semua sudah berada di desa masing-masing, ada seorang guru yang selalu mengejar-ngejar Yuni sampai ke rumah orangtuanya, pasti berkat kebaikan yang selalu ia terapkan kepada orang lain.

Kelima, Hasan Asyari. Say mengenal hasan jauh hari sebelum pelatihan Indonesia Mengajar dimulai, tepatnya adalah ketika test direct assesment. Penampilannnya selalu rapi, wangi dan bersih. Pria maskulin ini kadang menjadi korban Bullying yang kami lakukan. Hasan adalah orang tersabar diantara kami. Hal yang paling saya ingat adalah ketika ia memutuskan untuk pergi sementara waktu keluar asrama pelatihan tanpa pamit. Pa Syahid, orang yang paling bertanggungjawab terhadap pelatihan kami mencari ditengah sore menjelang malam. Alhamdulillah ia kembali ke tempat asrama pelatihan dengan wajah yang kelihatannya happy, entah apa yang tejadi. Kami menganggap peristiwa itu tak pernah terjadi. Saya duga hasan adalah tipe orang sanguinis dan melankolis.

Keenam, selfi. Wanita keturunan minang yang satu ini sangat hemat berbicara. Saat ini sangat dekat dengan Yuni, teman yang rumahnya juga berdekatan. Saya menduga selfi adalah orang yang melankolis jika dilihat dari beberapa kebiasaannya. Karena selfi adalah orang yang terlahir di sumatera maka jabatannya di kelompok kami adalah seksi rekreasi, tugasnya dalah menyiapkan rute liburan tour de sumatera kami.

Ketujuh, Nila Pungky. Wanita yang stu ini memiliki tipe yang hampir sama dengan hasan. Nila seorang yang penyabar dan melankolis. Terkadang dia adalah orang yang humoris namun dengan lawakan yang ia sendiri tak tahu maknanya. Hehehe.... terkadang nila menadji orang yang plin-plan jika dihadapkan pada pilihan. hal yang paling saya ingat adalah ketika di tengah pelatihan ia harus pulang ke surabaya untuk di wisuda, namun Allah berkata lain, kereta yang ia tumpangi mengalami kecelakaan sehingga ia terlambat menuju Surabaya dan wisudanya pun gagal. Akhirnya kami para pengajar muda menyiapkan upacara wisuda untuknya. Moment yang sangat spesial untuk kami.

Kedelapan, Asril novian alifi. Tidak akan ada habisnya jika harus menceritakan lelaki yang satu ini. Selalu ada saja kelakuannya ketika pelatihan Indonesia Mengajar. Dikenal sebagai pengajar muda jenaka dengan lawakan dan gay-gayanya. Dalam satu waktu ia bisa menjelma menjadi seorang penyair dengan puisinya, di satu waktu lain ia bisa menjadi seorang musisi dan di malam hari ia bisa menjadi orkestra nyanyian ngoroknya... hehehe... cah sidoarjo ini adalah anak sastra, bukan orang yang sistematis dan tidak mencintai kerapihan. Disinyalir berbagai pihak, asril ini memiliki kekerabatan dengan Roy suryo karena penampakan wajahnya amat miri jika dipikir-pikir. Sayang beberapa pihak malas untuk berpikir.

Kesembilan, tokoh terakhir dalam kelompok kami selain saya adalah Granasti Aprilia. Ia mengklain bahwa namanya tidak ada duanya. Wanita yang satu ini mudah dikenali dari jauh jika dilihat dari postur tubuhnya, dunia anak-anak sepertinya sudah terinternalisasi dalam tubuhnya. Games, cerita, lagu ataupun hal yang berkaitan dengan jurus menghadapi anak-anak dipunyai olehnya. Hal yuang saya ingat dari seorang asti adalah ketika seringnya kami menaiki motor yang sama di seputar kecamatan tempat tinggal kami, banyak kejadian-kejadian aneh terjadi ketika ada Asti di belakang saya.

Itulah opini singkat saya mengenai sebagian dari orang-orang idealis yang saya kenal. 9 orang pengajar muda yang ditugaskan bersama saya di Tulang Bawang barat,

Saya kirimkan semangat wuuushhh buat kalian diantara bunyi jangkrik yang sedang mencari makan dan terangnya cahaya bulan di penghujung selasa malam. Selamat berjuang dan selamat hari kejujuran sedunia..

 

Rusdi Saleh Untuk Indonesia Mengajar

Selasa, 14 Desember 2010

23;28

Baca Terus Gan >>

9 Des 2010

TANTANGAN 30 HARI MENULIS

9 Desember 2010

menulis, menulis dan teruslah menulis, mungkin saat ini itulah yang ada dalam pikiran saya, Saya membayangkan suatu waktu bisa membuat sebuah buku dari hasil karya tulisan saya. Meskipun boleh dibilang saat ini beberapa tulisan yang saya buat masih jauh dari kat “bagus” tapi setidaknya sudah ada beberpa orang yang suka akan tulisan saya.

hmm… memang antara percaya diri dan sombong hanya dipisahkan sebuah garis tipis, setipis kulit bawang.

untuk menjaga konsistensi saya dalam menulis, saya ingin sekali meniru orang-orang yang juga hobi menulis. Mereka menantang diri mereka untuk menulis selama 30 hari, dan setiap harinya minimal menghasilkan sebuah tulisan. Tentu saja bukan hanya sekedar tulisan yang formalitas satu atau dua paragraf, namun tulisan yang setidaknya enak dibaca dan memiliki pesan yang ingin disampaikan untuk pembacanya.   

meniru itu tidak ada salahnya bukan? maka saya putuskan detik ini untuk bisa membuat sebuah tulisan setiap harinya dalam 30 hari kedepan. saya ingin  menceritakan hal-hal yang indah, sedih, senang, pilu dan apapun yang terjadi melalui tulisan. tidak berharap ingin dibaca oleh banyak orang, namun hanya sekedar mengabadikan setiap kepingan peristiwa. kelak setelah saya menikah nanti memiliki keturunan maka akan muncul banyak hal yang bisa saya ceritakan.

jadi dengan menyebut Bismillahirrohmanirrohim tantangan ini dimulai.

Baca Terus Gan >>

25 Nov 2010

Hari Guru, Pahlawan (Tanpa) Tanda Jasa ?

 

Hari Guru, Hmm… pasti sedikit sekali orang di Indonesia yang tahu hari guru itu kapan. barangkali sebagian orang hanya tahu hari guru setelah membaca tulisan ini. Hari guru pasti kalah tenar dengan hari Tahun Baru, (jelas karena tahun baru pasti di awal tahun), hari pahlawan atau hari ibu. Padahal sosok seorang guru merupakan orang yang penting dalam hidup kita. Setidaknya itu yang saya rasakan saat ini. Walaupun sebenarnya memperingati hanya dalam satu hari kurang begitu penting tanpa mengimbangi penghormatan jasa-jasa guru sepanjang hidup kita.

sebagai seseorang yang berhadapan langsung dengan para siswanya, seorang guru pasti memiliki tempat yang spesial di hati para siswanya. Terlepas dari beberapa guru yang memiliki moral dan tindakan yang kasar terhadap siswanya saya pikir lebih banyak guru yang yang mengajarkan dan mendidik siswanya dengan menyebarkan energi positif yang mereka miliki.

tidak banyak lulusan muda saat ini yang ingin berprofesi menjadi guru. mengajar dan berhadapan dengan anak-anak Indonesia serta bersama-sama membantu menuntaskan janji kemerdekaan Indonesia pada pembukaan UUD 1945 yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Lebih banyak anak muda memilih kerja di kantoran dengan dasi menggantung di bawah lehernya pakaian yang necis dan menghadap kepada sebuah layar komputer. Tidak ada salahnya memang ini hanya masalah pilihan hidup, bukan mana yang benar dan mana yang salah.

sudah saatnya negeri ini memiliki kekuatan baru, bukan hanya kekuatan sumber daya alam yang melimpah, bukan hanya kekuatan bahan tambang yang melimpah namun juga kekuatan sumber daya manusia yang kompeten, memiliki daya saing dan juga memilikii mimpi untuk Indonesia yang lebih baik. Sumber daya yang berkualitas tercipta dari guru-guru yang berkualitas pula, guru-guru yang setiap saat memiliki inspirasi untuk dibagikan kepada siwanya kapanpun dan dimanapun tempatnya. Karena hak mendapat pendidikan bukan hanya untuk anak-anak perkotaan tapi pendidikan juga berhak dinikmati oleh anak-anak Indonesia yang sampai saat ini bersekolah tanpa alas kaki, harus jalan kaki belasan kilometer, atau mereka yang belajar di kelas-kelas reyot yang hampir rubuh di pelosok Indonesia, di desa-desa terpencil.

semoga hari guru, yang diperingati hari ini tanggal 25 November, bisa menjadi hari penyemangat untuk para guru yang sedang mengajar dan memberikan inspirasi untuk anak-anak Indonesia dan menjadi momen untuk mengapresiasi guru-guru terbaik bangsa. Spesial untuk para Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar, yang saat ini berada di pelosok negeri, di desa-desa terpencil, teruslah bermimpi dan berusaha membuat anak-anak Indonesia tersenyum. Yakinlah bahwa Indonesia di masa depan akan lebih baik dengan hadirnya kita di depan kelas mereka.

salam sahabat wuusshhh…    

Baca Terus Gan >>

23 Nov 2010

I Like Monday

 

Banyak orang membenci hari senin, tetapi tidak bagi saya. bagi saya hari senin itu menyenangkan. Menyenangkan karena hari dimana bisa memulai kembali bertemu dengan anak-anak dan pastinya karena ada satu acara rutin yang saya nantikan, “Upacara Bendera”.

entah kenapa saya menjadi orang yang suka upacara bendera. Hal yang ketika jaman SMA malas saya lakukan.

IMG_0590

walau saya harus panas-panasan atau harus mengatur anak-anak berbaris sebelum uapacara dimulai, tapi sekali lagi saya suka itu.

dulu waktu di SD saya masih ingat ketika saya harus menjadi pemimpin upacara. dulu pun upacara bendera sangat menyenangkan, bisa berdiri memimpin teman-teman yang lain. berdiri tegak, seakan-akan saya lah orang yang paling berani, paling hebat dan palling segalanya.

tak pernah terbayangkan setelah lulus SMA saya harus kembali upacara bendera tiap senin pagi namun sekarang berbeda. Saya berdiri di depan bersama guru yang lain bahkan senin kemaren saya menjadi Pembina Upacara. hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelum saya menjadi pengajar muda.

ada perasaan gugup, grogi dan tidak percaya diri rasanya menjadi pusat di tengah kerumunan orang yang baru saya kenal, ada anak-anak yang senyum-senyum melihat keberadaan saya di depan mereka, ada yang cuek dan ada yang menatap saya begitu tajamnya melihat senti demi senti bagian tubuh saya.

Mungkin senin itu hari yang kurang beruntung buat saya, tidak ada satu orang pun yang memberi tahu jika pembina upacara pada upacara kali ini adalah saya. jadi ketika MC berkoar “Pembina upacara memasuki lapangan upacara” tiba-tiba petugas upacara yang bertugas menjemput ke tempat para dewan guru berada dan dia mengarah ke arah tempat saya. “waduh ko saya sih” teriaku dalam hati.

Pak Sutarto, guru kelas 3 yang berdiri persis disampaing saya menganggukan kepala. Hanya menganggukan kepala. gerakan yang seakan-akan memberikan kepercayaan diri kepada saya untuk segera maju dan berdiri di tengah lapangan.

apa daya selain harus maju dan berdiri di titik itu. detik-detik pertama berdiri di titik itu adalah memikirkan apa yang harus saya bicarakan ketika nanti “amanat pembina upacara”.   otak kiri dan kanan saya harus berputar secara cepat mencari kesimbangan dan dapat menghasilkan kata-kata yang setidaknya enak di dengar oleh para guru, kepala sekolah dan tentu saja mudah dipahami oleh anak-anak.

Hari Guru. huhu akhirnya saya mendapat topik, hari gguru menyelamatkan saya untuk membisu dihadapan orang-orang yang mengharapkan saya bisa berbicara banyak.

walaupun tidak seberkualitas Mr Anies baswedan, tapi setidaknya saya bisa mengingatkan bahwa guru adalah orang yang harus kita hormati dan hargai. tanpa mereka orang-orang tak mengenal pendidikan, guru lah ujung tombak pendidikan yang selalu berhadapan dengan anak-anak Indonesia.

Baca Terus Gan >>

15 Nov 2010

SEORANG YANG SUDAH SAYA KENAL

 

saya berjalan kearah yang sudah tidak asing lagi, waktu itu sore hari, langit saat itu masih biru namun akan segera berganti menjadi warna gelap. duduk diantara rumput yang sedang berbaris rapi. sejurus kemudian mulai membuka notebook putih yang masih mulus dan terang warnanya.

alunan musik turut menemani huruf-huruf yang akan ditulis.

huruf-huruf . . . entah dari mana saya harus memuluai tulisan mengenai orang yang saya kenal cukup lama ini, saya bingung, dan inilah yang selalu saya rasakan ketika akan menulis hal apapun. tidak kali ini saja sebenarnya.

bagaimana jika saya tulis dari awal kali pertama kami bertemu.

ah sial, mengingat nya saja tidak bisa, mungkin karena pertemuan awal yang tidak terlalu berkesan atau memang waktu itu tidak ada niatan untuk membuat orang ini menjadi spesial.

baik kita mulai dari hal lain.

tidak banyak orang yang mengenal keluarga dan latar belakang saya, dan orang yang sedang saya ceritakan ini, mengetahui hampir semua ceritanya. hubungan kami saat ini cukup dekat, sangat dekat bahkan.

sekali lagi saya pun lupa kapan awal mula kami dekat, sangat dekat maksud saya. yang jelas tak pernah ada komitmen diantara kita waktu itu. hanya menjalani kedekatan kita dengan perasaan senang dan menghadapi saat susah dan sedih bersama pula. tak jarang hubungan kami putus – nyambung seperti layaknya hubungan anak muda jaman sekarang. ah, malas sekali membahas hubungan seperti ini…

saya sangat senang bisa mengenal lebih jauh orang yang sedang diceritakan ini, walaupun kadang sesekali membuat jengkel, nyebelin dan membuat hati menjadi bad mood tapi lebih sering membuat hati ini menjadi nyaman dan menjadi tempat untuk berbagi dalam keadaan apapun.

dulu, hal yang paling saya ingat ketika kami tidak sedekat ini adalah ajakan saya melalui sms untuk bisa bergabung di salah satu organisasi kampus yang ketuanya adalah saya. sebelumnya saya dan orang yang sedang saya ceritakan ini sebenarnya adalah saingan untuk menjadi ketua, dan saya lah yang berhasil “membohongi” orang lain untuk memilih saya.

dulu, saya sangat merayunya untuk bisa bergabung dengan saya, maklum sangat sedikit sumberdaya yang bisa diberdayakan di fakultas kala itu. akhirnya ajakan saya diiyakan dalam jangka waktu yang cukup lama.. mun gkin saat itu masih agak jual mahal, bolehlah…

sekian lama berpartner bersamanya, kadang ada perasaan simpatik, kagum dan suka kepada sosoknya. entah kapan mulai perasaan itu (ah sekali lagi saya lupa mengenai waktu-waktu  yang berhubungan dengannya..) maka mulai lah gencar menyemburkan serangan-serangan layaknya seorang lelaki yang menembakan busur panah cintanya.

cukup lama juga kami berhubungan tanpa tahu apa nama hubungannya. mungkin dia lebih menikmati suasana yang tidak terikat, bebas namun tetap saling menjaga hati.

sampai saat ini jika ditanya mengapa saya suka kepada orang ini maka jawabnya saya tidak tahu…

semoga jawaban itu bisa menjadikan rasa saya tidak pernah berubah sampi kapanpun,

jawaban yang “tidak tahu” bukan suka karena cantiknya karena kecantikan pasti akan hilang suatu saat nanti, bukan suka karena baiknya karena mungkin saja akan ada orang yang lebih baik darinya dan bukan suka karena lainnya. tapi suka karena “tidak tahu”

Hari semakin malam, saatnya melanjutkan perjalanan dan menutup notebook putih. alunan lagu pun berhenti seakan sudah tahu bahwa waktunya untuk berhenti.

semoga cinta kita abadi,

 

teruntuk novida, yang selama ini menemani hati ini

engkau adalah salah satu kepingan puzzle dalam kehidupanku, tanpamu tidak lengkap hidupku.

love you.SPM_A0841

Baca Terus Gan >>

13 Sep 2010

Surat Untuk Calon Anakku.

Untuk calon anakku tercinta,

Tidak sabar rasanya menunggu ibumu mengandungmu..
Jika waktu itu tiba setiap harinya aku akan slalu lantunkan ayat suci ALQuran di dekat perut ibumu agar kau mendengarnya dan kelak nanti kau menjadi generasi yang selalu membaca ayatNya dan beriman kepadaNya.

Sebelum kau lahir kedunia yang fana ini aku akan siapkan sebuah kamar yang indah untukmu, beberapa pakaian yang cukup untuk kau pakai.

Saat kau akan terlahir, aku akan menemani ibumu, aku akan setia memberikan semangat pada ibumu agar kau terlahir dengan selamat.

Saat kau balita, kau harus mendapat gizi yang baik, susu yang paling berkualitas agar nanti kau selalu sehat dan juga tak lupa kau butuh perhatian dari orang tuamu. Untuk itu, aku akan bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita tanpa mengurangi waktu untuk aku 'bercumbu' denganmu, anakku. Akupun akan senantiasa membacakan dongeng sebelum kau tidur dan mimpi indah.

Saat kau mulai sekolah, kau harus masuk sekolah terbaik agar menjadi orang terdidik. Aku akan mengantarmu sekolah kapanpun kau mau, dan mengambil raportmu di akhir semester.

Ketika kau mulai remaja, aku akan memastikan kau dalam pergaulan yang baik. Untuk itu aku akan selalu belajar bagaimana menjadi teman curhat yang baik untukmu. Mendengar ceritamu hari ini selepas aku kerja dan bermain denganmu di akhir pekan.

Ketika kau telah selesai di bangku kuliahmu, kau akan bekerja, mulai sibuk, dan waktu untuk keluargamu berkurang. Tenang saja aku akan slalu memberikan perhatian padamu, menelponmu, menanyakan kabar dan menemanimu sarapan pagi sebelum ke kantor.

Dan ketika kau menemukan orang yang tepat untuk menemani hidupmu, maka aku akan membantu mempersiapkan pesta pernikahanmu, menjadi saksi hidup pernikahanmu dan memberikan doa terbaik untuk kehidupan barumu.

Saat itulah tugas dan kewajibanku sebagai ayah sedikit berkurang. Kelak nanti ketika anakmu akan lahir maka kau pun memiliki kewajiban yang sama seperti yang aku rasakan.

Untuk calon anakku yang akan datang ke dunia, aku akan selalu ada untukmu.

Aku akan menjadi ayah nomor 1 seluruh dunia untukmu.


Tapi sabar Nak, aku pun belum meminang calon ibumu.

-Kenzia-
-Bogor, 13Septi10-
Baca Terus Gan >>

Aku Hamil

"Ken, aku hamil"

Aku terperanjat ketika Sofi,
adik iparku mengatakan hal itu kepadaku tadi malam saat menonton tv. Acara TV pun menjadi tak menarik bagiku. Hambar.

Sofi memang dekat denganku, sudah seminggu dia menginap dirumahku, karena dia ingin
merasakan berlebaran di
Bogor.

Aku bingung. Sepanjang malam aku terus memikirkan apa yang dikatakan Sofi.

Aku tak bisa tidur, Malam
terasa sangat panjang. Bunyi
jangkrik diluar seakan menjadi musik pengiring ditengah
kebimbanganku. Sementara istri dan anakku telah tertidur
dengan pulasnya. Istriku
nampak lelah karena harus
lembur sampai malam
mengerjakan desain gambar
proyeknya.


Pagi harinya dimeja makan
hanya ada aku, kedua anakku dan istriku karena sepertinya Sofi masih sibuk dikamarnya.


"Pah, katanya Sofi hamil." tiba-tiba istriku membuka
pembicaraan.

Aku kaget, ternyata istriku
sudah tahu perihal ini.
"tapi tenang pah, tadi mama
udah pesenin tiket ke temen
mama yang kerja di travel"
Tambahnya.


Aku sangat senang, akhirnya
Sofi bisa segera bertemu
suaminya di Padang, Sumatera untuk mengabarkan hal ini
secara langsung. Tadinya aku sangat cemas, takut dan khawatir sampai tidak bisa tidur karena memesan tiket pesawat sangat sulit di
saat idul fitri seperti ini.

-Kenzia-
120910

*kadang kebanyakan dari kita terlalu berfikiran terlalu negatif terhadap satu hal tertentu, padahal apa yang kita pikirkan belum tentu benar adanya.

*ayo mulai menulis, karena dengan menulis orang lain akan tahu apa yang ingin kita sampaikan.

*tulisan diatas namanya flash fiction kalo saya tidak salah, tulisan fiksi singkat cuma 200 atau 300 kata biasanya. Bahkan harusnya lbh singkat dari itu, Tapi harus bisa menyampaikan pesan yang mau kita sampaikan di tulisan itu. Itulah tantangannya.

*salam cinta luar biasa. Selamat menulis dan menjadi inspirasi buat orang di sekitar kita.
Baca Terus Gan >>

9 Sep 2010

esok lebaran?

Esok lebaran.
Bogor hari ini hujan.
Lemari dirumahku sudah penuh. Lemari yang pertama penuh oleh kue mamaku.
Lemari yang kedua penuh oleh beberapa lembar baju baru.

Esok lebaran.
Mall sangat ramai.
Botani Square, BTM, Jambu Dua, PGB dan matahari penuh sesak.
Pasar Anyar dan Pasar Bogor tak kalah sesaknya.

Esok Lebaran.
Jalanan sangat padat.
Cipularang, nagrek, pantura sampai jalur sumatera macet.
Mudik jadi tradisi bagi sebagian orang.

Emang Lebaran seperti ini yah?

*Cuma pengen nulis apa yang terjadi.

09sept10
sehari sebelum lebaran
Ruskha Kenzia
Baca Terus Gan >>

8 Sep 2010

Iklan Ramadhan

Ramadhan membawa sedikit perubahan bagi dunia periklanan di Indonesia. Setidaknya itu yang saya liat pada menjelang idul fitri ini.
Menurut pandangan saya yang ceritanya anak komunikasi, iklannya lebih kreatif dan sarat akan makna.

Beberapa iklan pada saat ramadhan yang sering banget diputerin di teve-teve pada saat ramadhan tahun ini diantaranya adalah iklan AXIS dan iklan DJARUM SUPER.

Pasti udah pada tau semua iklannya..(kecuali yang ga punya tv dirumahnya, atau ga pernah nonton tv karena tuntutan karier.. Huhu.. Kasian sekali anda..)

Menurut saya iklannya simple dan pastinya punya makna yang bisa mengINSPIRASI.

'IKHLASLAH MENOLONG SESAMA''

Itu kalimat yang diucapkan seorang kakek pada muridnya..
Entah siapa nama pemeran kakek tua dan muridnya itu.. Ga penting juga c.

Tapi Diantara kedua iklan yang saya sebutkan diatas yang paling 'nendang' itu iklannya Djarum Super, kalo menurut saya yah.


''SABAR DIKIT KENAPA?''

Ya, itu kalimat yang diucapkan oleh si suami ketika istrinya bertanya.

''JADI IKUT NGGA SICH IBU KAMU?''

Dengan nada yang teramat jutek tentunya.

Menurut prediksi yang saya miliki, suami istri dan ibunya si suami itu mau buka puasa diluar, dan udah aga telat sepertinya. Karena udah jam setengah 6 lebih.
Tapi pas si suami ngeliat ibunya, ibunya masih siap-siap gitu, karena mungkin udah tua juga sehingga pergerakannya mulai melambat.

Tapi yang saya suka pula dari iklan itu adalah ternyata ada kelanjutannya. Di seminggu menjelang idul fitri, di iklan itu diliatin kalo si istri yang jutek itu minta maaf -sungkem- kepada mertuanya atau ibunya si suami.
Like this banget.

Dari iklan ini ada beberapa hikmah yang mengINSPIRASI kita semua, terutama saya:

1. Hendaknya menjaga hubungan baik antar sesama anggota keluarga. Hendaknya pula membiasakan memanggil ibu, mama atau pun yang sepantasnya kepada mertua kita.
Kalo di iklan itu jelas banget ga sopannya si istri bilang 'IBU KAMU' padahal ibu mertua kan ibu kita juga..
(Bener ga yah? Walaupun saya blm punya mertua)

2. Memilih calon istri yang baik budi pekertinya. Jangan yang jutek. InsyaAllah saya sudah menemukannya..
Ups..

3. Kalo mau buka puasa diluar, hendaknya mempersiapkan diri dari jam-jam sebelumnya. Jangan jam setengah 6 baru mau berangkat. Pengalaman saya yang beberapa kali buka puasa di luar sich, pasti kaga bakal dapet tempat. apalagi buka puasanya di botani square..
Huhu.. Curcol.com

4. Saling memaafkakan itu begitu indah.
Jadi sebesar apapun salah kita, beranilah untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Terlepas dari yang mengiklankan itu iklan rokok. Saya sangat mengapresiasi iklan ini.

Selamat menyambut idul fitri.
Salam penuh cinta luarbiasa.

-Ruskha Kenzia-
Baca Terus Gan >>

Nama Pena

Buat seorang penulis, nama pena menjadi sebuah pilihan yang dilematis. Dilematis kenapa? Maksudnya, disatu sisi, nama asli kita merupakan pemberian dari orang tua, dan pastinya ortu kita tuh punya tujuan khusus ngasih nama kita seperti itu (misal: muchammad syukur.. Pasti orangtuanya pengen anaknya mengikuti nabi Muchammad dlm segala kesehariannya dan juga slalu bersyukur dengan segala yang dimilikinya-mungkin kurang lebih begitu-)
Mengingat nama itu adalah doa jadi pastilah orang tua kita ngasih nama yang sebagus2nya buat kita.. (Tapi ga tau juga sama orang tua anda sekalian.. Soalnya jaman 2010 masih aja ada yang namanya Tukimin atau Sarkonah. Hoho..)
Tapi disisi lain, bagi seorang penulis berbagai alasan tertentu membuat mereka harus meninggalkan nama asli mereka. Alasan tertentu itu bisa aja.

1. Namanya kurang keren, ngga earcatching begitu jika dia jadi penulis.. Misal Tukidjo. Jadi kalo dia bikin buku, LASKAR PELANGI karya TUKIDJO.. Kurang enak kan yah?
Jadi lebih baik pake nama pena biar lebih marketable.

2. Namanya terlalu panjang atau terlalu pendek jadi kurang enak juga kalo ditulis dibuku/web/blog. Misal. Temen saya ada yang namanya: RIO atau ada juga cuma GUSTAM
Lagian kurang gimana gitu. kalo yang namanya terlalu panjang malah terlalu ngabisin tempat di profil nya misal temen kampus saya namanya Ahsan Abduh Andi Sihotang atau ada juga Virgin Valentine Hari Kedua. I think It's too long guys..

3. Alasan ketiga adalah ingin misterius, dan ga diketahui nama aslinya.. Jadi seakan-akan ingin membuat jarak antara penulis dan pembacanya.

4. Kurang pas antara penulis dengan segmentasi tulisannya. Misal Dadang Sukandar menulis novel untuk fiksi, kan kurang sreg juga tuh.

5. Namanya susah diucapkan. Kan kadang ada juga nama2 yang berbau Arab-arab gitu, pake kolkolah dan ada mahrojnya jadi susah nyebutnya, jd lbh baik pake nama pena aja.
Apa lagi yah alesannya?
Silahkan tambahkan sendiri.
Buat para penulis atau bloger, Sudahkan anda punya nama pena ?

Ngga harus juga sich penulis punya nama pena. Itu hanya sebuah pilihan. Bisa juga nama pena diatur sama penerbit bukunya biar lebih ngejual.

Ada baiknya juga kita tetap menggunakan nama pemberian orang tua kita.. Walaupun tidak sedikit juga penulis yang udah sukses dengan nama penanya, misal: Asma Nadia, Pipit Senja, J.K.Rowling dll.
So, Up to you.

Nb: mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh,

Dari berbagai sumber.
Baca Terus Gan >>

4 Sep 2010

cerita cita-cita

Sudah aga lupa, entah kelas berapa SD ibu guru nanya apa cita2 saya kalo sudah besar.. Tapi seingat saya, saya tidak menjawab ingin menjadi GURU.
Dunia berjalan begitu dinamisnya, berputar begitu indahnya dan rasa2nya saya sudah besar. 01 September 2010 saya mengiyakan untuk menjadi seorang Guru. Ya Guru SD.. Itulah Dunia, tak bisa diprediksi,, manusia hanya bisa berencana. Dan Allah SWT yang menentukan.
Berharap jalan yang telah dipilih bisa membawa pada jalan kebaikan bagi orang lain.

Mungkin beberapa tahun belakangan ini saja saya sedikit terobsesi menjadi seorang Guru, entah ada apa dengan profesi itu, tapi belakangan menjadi seorang guru merupakan salah satu mimpi besar saya yang saya tuliskan diantara 30 mimpi besar lainnya.
Menjadi Guru memungkinkan seseorang mentransferkan ilmu dan energi positip yang kita miliki (wew.. Emang punya energi gitu?), menjadi guru seakan2 memiliki kekuasaan terhadap murid2nya untuk bisa menjadi seperti apa yg di inginkan (yang positif pastinya) terlebih2 menjadi Guru untuk Program Indonesia Mengajar, yang penempatannya di wilayah yang terpencil. Mengajar anak2 yang bisa dibilang masih terbatas dalam berbagai hal. Pasti akan semakin menginspirasi mereka untuk melakukan hal yang lebih baik.
Sesuai motonya. Setahun Mengajar, Seumur Hidup Memberi Inspirasi.
Halah...

Tapi sepertinya akan sedikit juga orang yang konsisten sm cita2 waktu kecilnya.. Mungkin orang2 yang kurang beruntung dgn profesinya tidak pernah juga punya cita2 seperti itu..
Huhu.. Tetap bersyukur saja dengan apa yang kita miliki sekarang. Dan terus berusaha memberikan yang terbaik buat orang di sekitar kita..
Semangat.

Www.indonesiamengajar.org
Baca Terus Gan >>