23 Des 2010

CERITA LIBURAN [LAPORAN KUNJUNGAN]

beberapa hari ini saya melewatkaN hari tanpa menulis, SUNGGUH MENYAKITKAN.. liburan kadang membuat saya terlena dengan kegiatan-kegiatan duniawi. huhuhu….

4 hari 3 malam berada di kota Bandar Lampung, menghabiskan sisa uang yang ada di dompet dan nyobain beberapa makanan kekotaan yang udah lama tak bisa termakan di kampung.

jadi teringat materi Bahasa Indonesia mengenai “Membuat laporan Kunjungan”, di postingan kali ini, ingin membuat laporan kunjugan ke Bandar Lampung, walau sebenernya lupa formatnya, tapi tidak apa-apa….

 

Nama Kunjungan    : Liburan dan Pelesiran

Peserta                        : Tim IM penempatan Tulang Bawang Barat (Yuriza, Hasan, Asti, Nila, Faisal, Inay, Selfi, Yuni dan saya sendiri)

Waktu                         : sabtu 18 Desember – Rabu, 22 Desember 2010

Deskripsi Kegiatan: Liburan sekolah bagi kami saat ini tetap menyenangkan, walau pun saat ini sudah tidak berstatus sebagai pelajar lagi. liburan semester kali ini libur 2 minggu sampai tahun baru ini.

hari sabtu pagi kami merencanakan pergi ke ibukota propinsi, tanpa sebenernya tahu bagaimana kami bisa sampai sana, tapi kami ingin kesana. dengan memberdayakan “TIM Indonesia Mengajar” yang sedang singgah di tempat tugas kami, akhirnya kami berangkat. Thanx for Mr Eko dan Mr Susilo Icus.

Diawali dari Rumah makan Nasi Tiwul di jalan Etanol kami mulai menyusiun rencana. Pilihan jatuh pada memasukkan semua tas bawaan ke mobil yang dibawa TIM IM dan menyusupkan 2 pengajar muda beruntung yang bisa tidur pulas di mobil Xenia. 2 orang itu adlah Yuni dn Selfi, setelah berganti2 formasi dan perebutan kekuasaan akhirnya mereka yaang terpilih.

sisanya kami berdelapan harus menumpang bis yang entah nama dan jurusannya kemana. pokoknya nyampe terminal Rajabasa.Sialnya dari setelah beduk Magrib kami menunggu di pinggir jalan baru jam setengah 9 kami mendapatkan bis yang bisa mengantar kami menuju ke Rajabasa. Saya tidak begitu hafal berapa kami harus membayar, karena semua dikoordinir oleh ibu Guru Ginar. begitu kami naik bis, keenam kawan saya sudah mendapatkan tempat duduk selayaknya penumpang bis yang lainnya, tinggalah saya dan bu Guru Asti yang agak bingung harus duduk dimana.  sangat shock ketika kondektur menharuskan kita mundur kebelakang samapi  keluar pintu dan masuk pintu toilet.

“Iya, itu dibuka pintunya” tegas sang kondektur.

“yang mana bang?”

jreng… begitu saya buka pintu disamping toilet, nampaklah dua kursi yang ajaib. Entah mengapa sang pendesain bis ini masih menciptakan dua kursi ini, lebih tepat disebut sebagai kursi untuk tempat mes**, maklum tempatnya sangat tersembunyi dan tertutup. tanpa bisa membantah kamipun duduk dengan rasa aneh. beberapa menit kenudian pak guru Yuriza menggantikan posisi  Bu Guru Asti yang ada di sebelah saya. terpaksa saya dan Pak Guru Yuriza harus menghabiskan perjalanan di tempat duduk ini, tempat mojok, berdua, sempit dan aneh. sementara keenam pengajar muda lainnya sedang menikmati tidurnya di atas kursi yang empuk bersama bantal dan selimutnya.

tiga jam terlewati, kami dibangunkan oleh seorang teman kami, bapak Guru Faisal kalo saya tidak salah.

“Ayo pindah ada yang kosong tuh”

asik juga nih… tapi sayang tidak sampai 5 menit, sang kondektur sudah berterika

“bunerannn,,,bunerannnn,,,,bunerannnn”

kami semua diam, ta mengerti apa maksudnya.

“ayo katanya turun di bunderan, udah sampai nih”

oh mksudnya tuh bunderan tadi.. dasar kondektur yang aneh!

 

kami turun dan langsung dijemput oleh salah seorang sepupu pak Guru Yuriza menggunakan sebuah mobil. 15 menit kemudian kami sudah sampai dirumahnya Saudara Yuriza, (samapai saya pulang saya lupa bertanya siapa nama lengkap bude nya itu, tapi teman-teman memanggil beliau Umi, saya yakin bukan Umi namanya, Umi = Ibu). sudah jam 12 malam ternyata. pak eko dan mas Icus pun pamit untuk menyelesaikan tugasnya menuju jakarta kembali.

pagi pertama dirumah itu, kami mulai menyusun recana mau pergi kemana saja kami nantinya. sebagai seorang intlektual muda yang baik dan para guru yang menginginkan hal-hal terbaik untuk muridnya, maka sasaran pertama kami adalah TOKO BUKU. Untuk ukuran ibukota propinsi hanya ada 1 Gramedia di kota ini.. hmm…

kami mengunjungi toko buku pada siang hari, beberapa jam kami habiskan di toko buku ini. entah berapa uang yang dihabiskan di tokobuku, tapi yang pasti beberapa rekan saya terlihat membawa beberapa bungkusan plastik berisi buku macem-macem tergantung minatnya. Hari pertama jalan-jalan ditutup dengan mengunjungi Mall Central Plaza, menukarkan uang dengan beberapa makanan di SOLARIA, jauh-jauh ke kota tapi kebanyakan kami memesan NASI GORENG, mungkin karena House Fam kami yang jarang membuat nasi goreng dirumah.

Bada Magrib kami harus pulang, karena kami akan menonton tayangan Sepakbola semifinal AFF antara Indonesia dan Filipina.

malam itu ditutup dengan tidur nyenyak dan memperhatikan gaya tidur mereka.

 

hari kedua, kami berniat untuk pergi ke Bioskop, tapi beberapa diantara kami masih berniat pergi ke Gramedia, karena Bapak Guru Asril ketinggalan Jaketnya di tempat penitipan barang. kali ioni kami harus menaiki angkot dan Bus karena mobil yang biasanya kami pakai sedang tidak ada. kami berangkat agak pagi. Tiba di Gramedia, sya pikir akan sebentar tapi ternyata kami menemukan toko buku baru untuk disinggahi, jadilah kami menghabiskan beberapa lama untuk melihat beberpa judul buku yang berjejer dan beberapa media belajar yang bisa digunakan, fajar Utama kjalo tidak salah. saya membeli sebuah novel yang sudah lama saya cari, judulnya ISABELA. ini bukan judul lagu, ini judul novel. mengenai seorang wanita yang menghadapi perpindahan agama dengansudut pandang yang berbeda. saya lupa yang merekomendasikan novel ini…

selesai berurusan dengan toko buku, kami menaiki bus KORPRI menuju sebuah Mall, mall yang sama dengan yang kami datangi, CentralPlaza. bukan untuk membeli Nasi Goreng di Solaria, namun niatnya ingin menonton “twenty wan”. sebuah ruangan dengan layar lebar dan kursi berjajar. terbagi menjadi dua kubu, kubu A adalah orang-orang yang menyukai fil Action dan kubu B orang yang ingin menemani Pak guru Hasan menonton harry Potter. perbandingannya adalah 6:4.

sudah agak lama saya tidak duduk di depan layar yang lebar seperti ini, maklum di tempat saya tinggal tidak diperkenankan untuk adanya bioskop, karena bioskop tidak untuk orang KISMIN.selesai menonton, ternyata petualangan kami belum usai, masih ada satu tempat yang masih ingin kami kunjungi, tempat makanan kota, PIZZA HUT.

usai memakan PIZZA kami pulang dalam keadaan kenyang bdan senang.

malamnya ditutup dengan membicarakan hal-hal yang agak penting, terkait dengan program kerja setahun kedepan. dan beberapa sharing dari para pengajar muda-mudi.

hari ketiga, kami berencana untuk VAKSIN HEPATITIS B. tempat pertama yang kami kunjungi adalah RSUD ABDUL MULK, sebagai RS pemerintah seperti biasanya, penuh sesak, parkiran penuh dan orang-orang berlalu lalang mengurusi orang-orang lain yang sakit, ada pemadangan unik yang saya tenui, terdapat stiker besar berjudul ”DOA ORANG MISKIN”

sebegitunyakah rumah sakit ini dihuni oleh orang2 kismin.

inti cerita rumah sakit ini tidak menyediakan untuk Vaksin hepatitis, maka kami bergegas ke rumah sakit swasta RS URIP, saya tidak ingin mencari “DOA ORANG KAYA “ disini, kami masih mencari vaksin hepatitis B.

inti cerita, di RS ini kami tiak menemukan vaksin itu.

di tengah perjalanan kami dirujuk untuk menuju poltekes, disana ada bidan kenalan UMi, budenya riza, alagkah senang hatiku banyak penampakan-penampakan menarik disana. menyaksikan para mahasiswi dan calon perawat mengenakan baju putih itu…YANG anda lihat di gambar adalah yang tercantik versi saya.

tapi sayang mereka bukanlah orang-orang yang menyuntik kami, lumayanlah cuci mata…

inti cerita, kami mendapatkan Vaksin disini.saya disuntik

Pagi terakhir di bandar lampung, jam 8 kami sudah siap untuk pulang. akhirnya diantar oleh APV sampai denga terminal bis. langsung naik bis menuju unit 2, kali ini tempat duduk tidak terlalu menimbulkan masalah walau tetap duduk di kursi paling belakang. Kali ini perjalanan dihabiskan dalam waktu 4 jam. setibanya di Unit 2, kami makan terlebih dahulu sebelum menaiki ojeg yang kami sewa seharga 20 ribu untuk samapi ke kediaman pak Guru Faisal. sisanya saya harus menempuh perjalnana 45 menit diatas motor untuk sampai rumah house fam.

 

* Spesial buat para pengajar muda, tetaplah semangat merangkai cerita-cerita indah, membantu anak-anak Indonesia mewujudkan mimpinya.

berharap suatu saat nanti kalian membaca tulisan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar